Basarnas Akan Terus Cari Korban Bencana Sumatera: Sampai Dinyatakan Tak Efektif
8 Desember 2025 20:15 WIB
·
waktu baca 3 menit
Basarnas Akan Terus Cari Korban Bencana Sumatera: Sampai Dinyatakan Tak Efektif
Basarnas menegaskan pencarian korban bencana Sumatera akan terus dilakukan hingga dinilai tak efektif, dengan kendala utama berupa lumpur mengeras, cuaca ekstrem, dan sulitnya identifikasi korban.kumparanNEWS

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii menyebut, pencarian korban hilang bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera akan dihentikan bila dinilai sudah tidak efektif.
“Kami sampaikan bahwa untuk operasi SAR akan terus kami laksanakan sampai nanti ada keputusan bahwa operasi SAR ini sudah dinyatakan tidak efektif,” ucap Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Senin (8/12).
Syafii mengatakan, saat ini kendala pencarian adalah perubahan struktur pada tubuh korban yang ditemukan. Pencarian sudah memasuki hari ke-14.
“Walau pun saat ini memang kendala yang dihadapi di lapangan, bahwa dengan kurun waktu yang sudah lebih dari 10 hari ini, memang korban-korban yang ditemukan ini kebanyakan sudah berubah struktur, artinya struktur tubuh pada saat meninggal dalam kurun waktu sekian hari dalam kondisi lumpur,” ucap Syafii.
“Pada saat kita evakuasi memang tidak semuanya langsung bisa diidentifikasi, dan ini langsung kita serahkan ke DVI Polri untuk ditindaklanjuti, dan ini memang menjadi kendala tersendiri, lamanya identifikasi,” tambahnya.
Halangan Utama Pencarian Korban: Lumpur Mengeras
Basarnas menyebut, ada sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah wilayah yang sulit, hingga lumpur yang mengeras.
“Untuk kendala yang saat ini memang menjadi hambatan, bahwa yang pertama dengan luas wilayah yang terdampak, kemudian kondisi bencana yang awalnya banjir bandang bercampur lumpur dengan material, saat ini kondisi lumpur sudah mulai mengeras, dan ini menjadi kendala tersendiri pada saat korban itu tertimbun di dalamnya,” ucap Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR, Senin (8/12).
“Karena itu, kami juga mengerahkan dengan anjing K9, khususnya dari teman-teman kepolisian dan juga TNI, dan juga potensi yang memiliki kekuatan tersebut,” tambahnya.
Syafii mengatakan, cuaca juga menjadi kendala. Sudah dua anjing K9 mati akibat dehidrasi saat mencari korban.
“Walaupun memang ada beberapa juga yang menjadi korban. Artinya bahwa, kemarin sempat beberapa hari cuaca cukup panas, dan ternyata ini menimbulkan dehidrasi tersendiri bagi satwa yang melaksanakan operasi, sampai hari ini ada dua satwa K9 yang ikut juga menjadi korban,” ucap Syafii.
“Jadi, nanti rencana kami bahwa operasi ini terus kami laksanakan, dan kami juga akan mengharapkan mendapatkan informasi-informasi,” tambahnya.
Selain itu, menurut Syafii, ada kendala lain dalam operasi ini. Salah satunya adalah bentuk tubuh korban yang sudah banyak berubah di hari ke-14 pencarian.
“Walaupun saat ini memang kendala yang dihadapi di lapangan, bahwa dengan kurun waktu yang sudah lebih dari 10 hari ini, memang korban-korban yang ditemukan ini kebanyakan sudah berubah struktur, artinya struktur tubuh pada saat meninggal dalam kurun waktu sekian hari dalam kondisi lumpur,” ucap Syafii.
“Pada saat kita evakuasi memang tidak semuanya langsung bisa diidentifikasi, dan ini langsung kita serahkan ke DVI Polri untuk ditindaklanjuti, dan ini memang menjadi kendala tersendiri, lamanya identifikasi,” tambahnya.
