Batu Diduga Prasasti Cikapundung di Gang Bandung Kembali Diteliti Keasliannya

22 Juli 2025 14:54 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Batu Diduga Prasasti Cikapundung di Gang Bandung Kembali Diteliti Keasliannya
Batu seberat 2,5 ton itu terpendam di tengah perkampungan padat penduduk, tepatnya Gang Cimaung, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
kumparanNEWS
Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandung melakukan ekskavasi terhadap sebuah batu yang diduga prasasti, Selasa (22/7). Foto: Dok. Disbudpar Kota Bandung
zoom-in-whitePerbesar
Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandung melakukan ekskavasi terhadap sebuah batu yang diduga prasasti, Selasa (22/7). Foto: Dok. Disbudpar Kota Bandung
Sebuah batu seberat 2,5 ton yang diduga prasasti Cikapundung ditemukan terpendam di tengah perkampungan padat penduduk, tepatnya Gang Cimaung, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Batu itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekaligus pemilik tanah, Oong Rusmana pada tahun 1995. Pada tahun 2000 temuan ini dilaporkan dan dilakukan penelitian.
Tahun 2025, kajian soal batu ini kembali dilanjut oleh Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar). Akhir Juli ini, Disbudpar sudah melakukan proses ekskavasi hingga kedalaman 150 cm untuk memastikan keaslian prasasti itu.
Temuan awal menunjukkan batu berada di lapisan tanah alami, yang memperkuat dugaan adanya konteks arkeologis. Batu bertulis Cimaung ini juga memiliki simbol unik, seperti tapak kaki kecil dan bentuk menyerupai tengkorak, yang tidak umum ditemukan dalam artefak budaya Sunda.
Wujud batu yang diduga prasasti, Selasa (22/7). Foto: Dok. Disbudpar Kota Bandung
Kadisbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan, hasil penemuan ini nantinya akan diteliti lebih lanjut oleh para peneliti dan diharapkan dapat diumumkan paling lambat akhir bulan Agustus.
โ€œProses ekskavasi sudah dihentikan sejak tanggal 18 Juli. Ekskavasi yang dilakukan selama 10 hari ini merupakan langkah awal dari kajian yang rencananya dijadwalkan berdurasi 2 bulan sehingga hasil akhir dari kajian ini akan ada pada akhir bulan Agustus,โ€ kata Adi saat dikonfirmasi, Selasa (22/7).
Wujud batu yang diduga prasasti, Selasa (22/7). Foto: Dok. Disbudpar Kota Bandung

Awal Mula Penemuan Batu

Sementara itu, Ahli Pertama Pamong Budaya Disbudpar Kota Bandung, Garbi Cipta Perdana, menuturkan batu yang diduga prasasti itu ditemukan oleh seorang warga sekaligus pemilik tanah, Oong Rusmana pada tahun 1995.
Pada tahun 2000 keluarga dari Oong Rusmana melaporkan kepada peneliti dan dilakukan kajian.
Dari hasil kajian tersebut, beberapa peneliti menduga bahwa prasasti itu berasal dari abad ke-8 hingga 14. Namun, ada pula yang menilai tulisan tersebut bukanlah pola sistem aksara yang dapat dibaca.
โ€œBeberapa teman-teman peneliti terdahulu memang menggunakan ini ya. Membawa pengetahuan terkait aksara Sundanya ke dalam, ke saat melihat goresan tersebut,โ€ tuturnya.
Sebuah batu seberat 2,5 ton yang diduga prasasti kuno ditemukan di Gang Cimaung, Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Jabar, Selasa (22/7). Foto: Alya Zahra/kumparan
โ€œSehingga misalkan Pak Nandang, Pak Nandang itu peneliti BRIN menyampaikan bahwa goresan tersebut merupakan aksara Sunda. Aksara Sunda kuno. Dan berisi tentang, misalkan Unggal Jagat Jalma Handap (Setiap Manusia di Dunia Akan Mengalami),โ€ lanjut dia.
Pada tahun 2025, Disbudpar Bandung melanjutkan pengkajian untuk membuktikan keaslian prasasti tersebut.
โ€œDan baru tahun ini kami melakukan kajian. Kajiannya salah satunya adalah untuk mengetahui keaslian,โ€ pungkasnya.
Trending Now