Bayi 11 Bulan Tersedak di KA di Kebumen, Beruntung Ada Nakes di Antara Penumpang
20 Oktober 2025 15:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Bayi 11 Bulan Tersedak di KA di Kebumen, Beruntung Ada Nakes di Antara Penumpang
Kepanikan terjadi di dalam gerbong Kereta Api Begawan jurusan Pasar Senen-Purwosari ketika seorang bayi berusia 11 bulan tersedak susu.kumparanNEWS

Kepanikan terjadi di dalam gerbong Kereta Api Begawan jurusan Pasar Senen-Purwosari ketika seorang bayi berusia 11 bulan tersedak susu.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/10). Videonya beredar di media sosial. Terlihat seorang penumpang perempuan menangis sambil bersimpuh di bangku, sementara penumpang lain berusaha membantu dan menenangkan.
βAda laporan bahwa ada anak kejang-kejang. Setelahnya diberi minum oleh ibunya. Nah, petugas langsung sigap setelah menerima laporan semacam itu,β kata Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, saat dihubungi, Senin (20/10).
Petugas kemudian menginformasikan kepada penumpang lain yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan untuk membantu.
β(Petugas) menginformasikan ke semua penumpang yang berprofesi sebagai perawat atau siapa pun yang bisa menangani hal itu. Dan kemudian bisa ditangani,β ujarnya.
Bayi tersebut berhasil diselamatkan. Namun, sesuai prosedur, bayi dan orang tuanya diturunkan di Stasiun Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.
βSudah tidak kejang-kejang. Membiru juga sudah tidak. Sudah terlewati, aman. Anak itu sudah aman, cuma tetap diminta ke rumah sakit di Gombong,β terangnya.
Krisbiyantoro mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana bayi tersebut diberi minum oleh orang tuanya.
βAlatnya saja kami enggak tahu, kan. Minum susu pakai dot, botol, atau gelas,β jelasnya.
Prosedur Penumpang Sakit di Gerbong
Krisbiyantoro menjelaskan, di dalam gerbong memang tidak terdapat petugas kesehatan. Jika terjadi peristiwa darurat, langkah pertama yang dilakukan petugas adalah meminta bantuan penumpang lain yang memiliki kompetensi di bidang medis.
βTapi kalau memang tidak ada, atau pas kebetulan kereta sampai di stasiun besar seperti Purwokerto, Kutoarjo, atau Kroya, di stasiun-stasiun tersebut sudah ada petugas medis yang dihubungi sebelumnya,β katanya.
βBegitu kereta masuk, petugas medis stasiun akan mendekat untuk memeriksa, paling tidak memeriksa tekanan darah, nadi, dan sebagainya,β lanjutnya.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama, penumpang yang sakit tetap akan diarahkan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
βJadi timing-nya secepat mungkin untuk bisa mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya tetap diarahkan ke rumah sakit,β pungkasnya.
