Benarkah Kualitas Udara di Kota Tangerang Buruk di Malam Hari, Apa Penyebabnya?
20 Oktober 2025 20:42 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Benarkah Kualitas Udara di Kota Tangerang Buruk di Malam Hari, Apa Penyebabnya?
Benarkah Kualitas Udara di Kota Tangerang Buruk di Malam Hari, Apa Penyebabnya?kumparanNEWS

Wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya masuk dalam zona merah berdasarkan aplikasi Nafas pada Minggu (19/10) malam. Bahkan memiliki indeks di atas 140 atau nilai dengan kualitas buruk.
Apa penyebabnya? Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH Kota Tangerang, Hendri Pratama, mengatakan masih menyelidikinya.
Namun, kata Hendri, institusinya telah melakukan sejumlah pengendalian pencegahan kualitas udara. Terutama dengan memasang alat yang terhubung dengan aplikasi ISPUNet.
"Terkait kualitas dari aplikasi itu (Nafas), kita dari pemda tidak bisa berkomentar atau menjelaskan lebih banyak, karena kita tidak tahu alat ukur kualitas udara itu dipasang di mana saja, atau berstandar sesuai KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) atau ber-SNI. Makanya, untuk memantau kualitas udara, kami memasang alat yang sudah diatur kementerian dan bisa di lihat lewat aplikasi ISPUNet," kata Hendri Pratama, Senin, (20/10) .
Hendri mengatakan justru berdasarkan hasil pemantauan melalui ISPUNet, kualitas udara di Kota Tangerang memiliki indeks di bawah 100 atau memiliki nilai baik. Dijelaskannya, alat tersebut dipasang di lima titik yang menjadi kawasan tertentu, mulai pemukiman, lalu lintas padat, industri, hingga bandar udara.
"Alat ini kita pasang sesuai dengan standarnya, sehingga kita betul-betul tahu kualitas udaranya," ucap dia.
Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang juga melakukan upaya pencegahan perubahan buruknya kualitas udara melalui beberapa program. Seperti, car free day, larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi ASN ataupun pegawai non-ASN setiap hari Jumat, hingga satuan tugas pemantauan di lingkungan masyarakat.
"Ada banyak upaya kita untuk mencegah udara buruk di Kota Tangerang, seperti pegawai tidak boleh pakai kendaraan bermotor pribadi ke kantor, diminta untuk pakai kendaraan umum, ini salah satu untuk mengurangi emisi. Lalu, untuk pembakaran sampah sembarangan. Kita juga ada satgas yang menerapakan tindakan preventif kepada masyarakat, yang kedapatan membakar sampah sembarang. Dan pemantauan juga kepada perusahaan industri terkait dengan cerobong asap," jelas Hendri
Lebih lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, memastikan kondisi udara sebagian besar wilayah Kota Tangerang dalam kondisi normal dalam batas baku mutu yang ditetapkan.
"Kami terus melakukan pemantauan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah secara berkala, siang ini hasilnya cukup baik, semua titik Air Quality Monitoring System (AQMS) yang tersebar di berbagai wilayah menunjukkan kondisi udaranya normal dan aman digunakan untuk beraktivitas luar ruangan sehari-hari," tambahnya.
