Bencana Terburuk Sejak 2004: 410 Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sri Lanka
2 Desember 2025 15:47 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Bencana Terburuk Sejak 2004: 410 Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sri Lanka
Bencana Terburuk Sejak 2004: 410 Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sri LankakumparanNEWS

Korban jiwa akibat tanah longsor dan banjir di Sri Lanka terus bertambah, Selasa (2/12). Otoritas setempat menyebut jumlah korban jiwa saat ini mencapai 410 orang.
Menurut laporan Pusat Penanganan Bencana Sri Lanka, selain korban jiwa, sebanyak 336 warga lainnya masih hilang.
Bencana banjir dan longsor terjadi setelah Sri Lanka diterjang hujan deras selama sepekan, demikian dikutip dari AFP.
Bencana tersebut merupakan imbas dari terjangan Siklon Tropis Ditwah. Siklon atau badai dahsyat di daerah tropis ini nyaris berbarengan dengan Tropis Siklon Senyar yang mengamuk pada akhir November di Sumatera-Thailand bagian selatan-Malaysia.
Saking parahnya badai Ditwah, nyaris seluruh wilayah dataran rendah terendam banjir, sementara dataran tinggi berhadapan dengan bencana longsor.
Terparah Sejak Tsunami 2004
Kejadian itu menyebabkan 1,5 juta penduduk Sri Lanka terdampak. Banjir kali ini bahkan menjadi bencana alam terbesar di Sri Lanka sejak tsunami Samudera Hindia pada 2004.
Trunami yang juga memporakporandakan Aceh itu menewaskan lebih 200 ribu orang di sejumlah negara.
Terpisah, otoritas Sri Lanka pada Senin kemarin menyebut penerbangan dan kereta kembali beroperasi. Dua layanan transportasi itu sempat terhenti akibat banjir dan longsor.
Meski demikian, hingga kini sekolah masih meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Presiden Sri Lanka, Anura Kumara, mengakui ini adalah kali pertama negaranya dihantam bencana di seluruh wilayah.
βIni adalah yang terbesar dan paling menantang dalam sejarah Sri Lanka,β ucap Anura seperti dikutip dari Reuters.
