Berkurban ke Pelosok: Untuk Warga Makan Daging Sekali Setahun dan Peternak Lokal
26 Mei 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 8 menit
Berkurban ke Pelosok: Untuk Warga Makan Daging Sekali Setahun dan Peternak Lokal
Berkurban di pelosok bersama Human Initiative tidak hanya memberdayakan peternak lokal, tetapi juga memberi senyuman bagi masyarakat setempat yang makan daging setahun sekali.kumparanNEWS

Napsiah (35) tersenyum semringah begitu melihat kedatangan tamu-tamu spesial di rumahnya yang berdinding kayu dan beralaskan tanah. Begitu duduk di kursi di depan rumahnya, ibu empat anak itu langsung bercerita pernah menjadi guru honorer mata pelajaran Matematika selama 10 tahun.
Ia mengajar di tingkat SD hingga SMA namun tidak kunjung diangkat jadi guru PNS. Kerja kerasnya hanya dibayar Rp 200 ribu per bulan. Meski nominalnya yang kecil, ia selalu meyakini jumlah tersebut cukup untuk membantu sang suami menghidupi keluarganya.
βTapi sekarang tidak dilanjut [jadi guru] karena efisiensi. Suami juga sekarang kondisinya kurang sehat karena sempat kecelakaan mobil, ada cedera. Sudah sembuh, tapi kondisinya tidak dapat seperti semula,β ujar Napsiah ketika berbincang dengan kumparan bersama tim Human Initiative di Dusun Oli Lama, Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, beberapa waktu lalu.
Tetapi, hidup harus terus berjalan. Meski kini menjadi seorang ibu rumah tangga, Napsiah juga membantu suaminya bekerja di kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menanam sayur-sayuran seperti kacang panjang dan apa pun yang bisa ditanam di tanah yang bukan miliknya itu.
Ya, Napsiah dan sebagian penduduk di Dusun Oli Lama yang bekerja sebagai petani tidak bisa bebas begitu saja menanam bibit-bibit sayuran. Sebab, lahannya bersifat hak pakai dan mereka hanya bisa memakainya secara terbatas. Hasil berkebun pun tidak selalu baik, ada kalanya ketika cuaca buruk maka ia gagal panen. Meski begitu, ia bersyukur masih bisa berpenghasilan rata-rata Rp 1 juta setiap bulannya berkat menjadi petani.
Keluarga bisa makan dengan layak pun tetap diusahakan Napsiah. Ikan-ikanan dan sayuran menjadi makanan sehari-hari mereka. Bagaimana dengan makan daging?
βBiasanya katong [kami] makan daging waktu Idul Adha aja, satu tahun sekali,β ucap dia.
Wasamu (36) juga mengungkapkan pengalaman hanya bisa makan daging ketika ada bantuan hewan kurban saja. Ibu dua anak itu juga terkadang menyembelih ayam peliharaannya sendiri untuk dimakan bersama keluarganya.
Wanita yang sehari-hari bekerja di kebun itu mengenang cerita warga Dusun Oli Lama yang harus iuran untuk membeli seekor kambing saat Idul Adha. Bisa dibayangkan, satu ekor kambing untuk sekitar 350 warga di dusun tersebut.
Meski begitu, ia menceritakan warga tetap antusias meski hanya bisa makan sedikit daging kambing yang disembelih dan dimasak bersama-sama di halaman masjid dusun mereka. Warga lain yang punya ayam maupun sayuran pun ikut menyumbangkannya ke masjid, sehingga santapan di momen Idul Adha mereka bisa lebih banyak.
βKatong makan kambing setahun sekali, biasanya patungan dengan masyarakat. Masak bareng-bareng di masjid. Yang punya bumbu-bumbuan dan sayur di rumah dibawa ke masjid, makannya bersama-sama,β cerita Wasamu.
Tahun 2024 lalu, program Sebar Qurban yang diinisiasi Human Initiative menyalurkan hewan kurban ke Dusun Oli Lama berupa seekor sapi. Dan di tahun 2025, rencananya Human Initiative akan kembali menyalurkan hewan kurban ke dusun tersebut. Kabar baiknya, jumlah sapi yang akan disalurkan lebih banyak, yakni dua ekor.
Ketika mendengar akan ada dua ekor sapi yang akan disalurkan ke dusunnya, Napsia tidak kuasa menahan haru.
βYaallah, alhamdulillah. Anak-anak katong bisa makan daging,β kata Napsia sambil menutup wajah, lalu menyeka air matanya.
Di kesempatan berbeda, kepala dusun, La Ode Sarip (52), mengungkapkan seluruh warganya yang beragama muslim sangat antusias dan tidak sabar untuk memasak bersama lagi di masjid. Ia mewakili desanya mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah berkurban lewat Human Initiative, sehingga mereka bisa menikmati kembali kurban sapi.
Berkurban Sekaligus Memberdayakan Peternak Lokal di Maluku
Human Initiative tidak bisa sendirian menyediakan hewan kurban untuk disalurkan kepada wilayah-wilayah sasaran penyaluran kurban tahun ini. Memberdayakan peternak lokal menjadi salah satu misi Human Initiative dalam memasok dan menyalurkan hewan kurban, khususnya yang tinggal di pedalaman.
Oleh karena itu, Human Initiative bekerja dengan melibatkan peternak-peternak lokal sebagai mitra binaan mereka, sebagai upaya memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat kecil. Lewat program Sebar Qurban, Human Initiative juga ingin memberikan nilai tambah, yaitu menggerakkan perekonomian setempat.
Para peternak diberi pelatihan dasar tentang quality control, yang meliputi pembiakkan hewan ternak, perawatan yang layak, manajemen kandang, hingga penyembelihan hewan pada hari Idul Adha, yang kemudian penyalurannya dibantu oleh mitra-mitra Human Initiative. Tentunya, seluruh proses yang dijalankan telah dipastikan sesuai dengan syariat Islam.
Dan kali ini, kami diajak untuk menyeberangi sebuah pulau kecil di Maluku Tengah. Di sebuah wilayah pedalaman di Kecamatan Amahai dengan jalanan tanah yang tidak rata, siapa pun yang menuju ke sana harus menaiki truk bak terbuka. Truk ini jugalah yang digunakan para peternak untuk membawa hewan-hewan ternak menuju daerah tujuannya.
Seorang peternak, Aris Efendi, yang juga merupakan mitra Human Initiative mengungkapkan program Sebar Qurban tidak sekadar mencari keuntungan, tetapi memberikan dampak kepada masyarakat sekitar.
Di antara rerumputan liar dan pohon kelapa, terdapat dua jenis kandang yang dikelola Aris bersama rekan-rekannya, yaitu komunal di mana beberapa hewan ternak berada di satu area yang sama, dan non-komunal atau hewan yang diikat. Saat kunjungan, terdapat 35 ekor sapi bali yang sedang diternakkan di area tersebut.
"Jumlah yang saya tangani sekarang antara 150 sampai 200 ekor, tetapi untuk sementara di sini ada 35 ekor. Kandangnya selain di sini, ada di beberapa tempat lain," ujar Aris.
Di tengah kandang utama, ada satu pojok yang mencuri perhatian. Sebuah sudut sebesar 45 derajat yang dibuat dari kayu ulin dan diikat dengan tali tambang.
"Ini namanya kandang jepit, tools yang kita gunakan untuk memastikan hewan ternak sesuai syariat. Apakah giginya sudah memasuki usia dua tahun atau belum, memastikan ukuran dan bobotnya. Sehingga nanti akan berdampak pada berapa banyak daging yang bisa diberikan dari setiap satu sapi," jelas Ikbal Hulihulis dari tim quality control Sebar Qurban 2025 Human Initiative.
Sebuah sapi pun digiring ke kandang jepit, kemudian diikat di beberapa batang kayu. Mulut sapi itu dibuka, kemudian gigi-giginya diperiksa. Mengapa? Lewat pemeriksaan gigi itulah, peternak dapat mengetahui apakah giginya sudah besar dan lengkap dua pasang, yang menandakan bahwa hewan tersebut sudah minimal dua tahun. Sehingga, dapat diketahui apakah sudah memenuhi syarat sah kurban atau belum.
Lebih lanjut, Ikbal menjelaskan, kandang-kandang hewan ternak di Maluku tidak memiliki timbangan digital, sehingga pengukuran dilakukan dengan menggunakan tali ukur di kandang jepit tersebut. Di kandang itu juga sapi diukur lingkar dada dan panjang dengan mengguna pita ukur yang sudah lusuh.
Hewan-hewan yang diternakkan pun tidak boleh sembarangan. Menurut Aris, sebelum hewan masuk kandang, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, apakah memiliki cacingan, riwayat penyakit dalam, dan lainnya. Bila sapi terlihat kurus pun mereka enggan membelinya. Mantri hewan pun dipanggil ketika peternak membutuhkan bantuan mereka.
"Kalau memang dia cacingan, kita kasih obat cacing. Kalau sakit-sakitan, kita kasih vitamin. Jadi yang kita beli memang sapi yang bisa digunakan untuk berkurban sesuai syariat Islam," tutur Aris.
Panjangnya seluruh proses ini menggambarkan komitmen Human Initiative menjaga amanah para donatur, sehingga setiap sapi dan kambing yang akan disalurkan dalam kondisi layak sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.
Sebar Qurban 2025, 450 Sapi Disiapkan untuk Disalurkan di Maluku
Human Initiative tahun ini meluncurkan Sebar Qurban 2025 meluncurkan kick off Sebar Qurban 2025 di Dusun Namasula, Desa Haya, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (16/4). Mengangkat tema 'Qurban Saling Menguatkan', diharapkan masyarakat bisa saling memperkuat harapan, kepedulian sosial, hingga kolaborasi antar-masyarakat sehingga bisa membuat dampak yang lebih luas.
Acara kick off dihadiri oleh Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Vice President Human Initiative Bambang Suherman, influencer Salsabila Kholiq dan Dimas Ramadhan, hingga Puteri Indonesia Maluku 2024, Novita Everdina.
Di daerah perkotaan, lebih banyak umat muslim yang berkurban, sehingga daging kurban menumpuk di satu tempat, yang terkadang melebihi kebutuhan masyarakat sekitarnya. Hal ini membuat distribusi daging menjadi kurang merata dan potensi manfaat kurban tidak maksimal. Sebaliknya, di wilayah terpencil, jumlah hewan kurban sangat terbatas. Masyarakat di daerah jarang sekali mendapatkan daging
Fenomena ketimpangan hewan kurban, terutama di daerah 3T, selalu menjadi perhatian dari Human Initiative melalui program Sebar Qurban.
βBahkan, di beberapa tempat, ada kearifan kultural masyarakat di mana mereka urunan, patungan, agar bisa membeli hewan kurban. Supaya setelah salat id tidak langsung pulang. Ada yang bisa dirasakan dan dinikmati bersama dari hasil menabung," cerita Bambang dalam sambutannya.
Dan kabar baiknya! Human Initiative berencana menyiapkan hewan kurban berupa 450 ekor sapi untuk disalurkan di Maluku. Jumlah ini meningkat pesat dari tahun sebelumnya, yang hanya sekitar 100 ekor sapi.
Untuk memastikan hewan kurban yang disalurkan tepat sasaran, tim Human Initiative bekerja sama dengan berbagai jaringan masyarakat yang berbasis desa. Termasuk mendata calon penerima manfaat untuk mendapat data valid, proses cross-check berlapis, hingga memastikan pendistribusiannya ke masing-masing daerah berlangsung secara guyub.
Sebar Qurban 2025 memiliki target sebaran di 25 provinsi dan 116 kabupaten/kota, yang berfokus pada wilayah Indonesia Timur. Seluruh daerah yang dipilih telah melalui proses survei terlebih dahulu, agar lebih tepat sasaran menyasar masyarakat yang sangat membutuhkan.
Tidak hanya itu, Human Initiative juga menyasar 9 negara, seperti Palestina, Myanmar, Thailand, Filipina, Nigeria, Somalia, Uganda, Kenya, dan Tanzania.
Ingin menjadi bagian dari program Sebar Qurban 2025 bersama Human Initiative? Anda bisa mengunjungi https://solusipeduli.org/qurban dan humn.in/hisebarqurban
