BGN Akan Gandeng Persagi Untuk Isi Tenaga Ahli Gizi di Program MBG

20 November 2025 21:35 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BGN Akan Gandeng Persagi Untuk Isi Tenaga Ahli Gizi di Program MBG
BGN akan bekerja sama dengan Persagi untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di Program MBG, menanggapi isu kekurangan tenaga gizi dan memastikan standar penyelenggaraan tetap terpenuhi.
kumparanNEWS
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang memastikan bahwa pihaknya akan menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ya, mudah-mudahan kita akan kerja sama dengan berbagai pihak, yang paling penting adalah sarjana yang masih basisnya mungkin, nanti kita akan minta inilah, bagaimana rekomendasi dari Persagi, kita akan kerja sama dengan Persagi supaya bagaimana untuk penyediaan ahli gizi ini," ujar Nanik usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).
Nanik menegaskan bahwa isu kekurangan ahli gizi memang muncul, namun pihaknya optimistis hal tersebut dapat diatasi. Ia menekankan bahwa jumlah ahli gizi saat ini memang terbatas.
"Enggak lah, ini kan bisa kita atasi, bismillah kita bisa atasi. Memang Persagi sendiri kan mengatakan bahwa sampai akhir tahun ini hanya ada 16.000 dan itu kan sebagian juga sudah kerja," katanya.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib melibatkan profesi ahli gizi. Menurut Zulhas, keberadaan ahli gizi penting karena proses penyelenggaraan, khususnya menu makanan di program tersebut harus dapat diukur dengan benar.
β€œMBG tetap dan wajib perlu profesi ahli gizi dalam penyelenggaraannya. Saya ulangi lagi, MBG perlu profesi ahli gizi,” kata Zulhas usai pertemuan dengan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (19/11).
Selain itu, Zulhas mengharapkan para ahli gizi untuk ikut mengawasi makanan di berbagai tempat. Ia menyoroti tingginya kasus penyakit gula di Indonesia, termasuk pada anak-anak.
β€œKadang-kadang depan sekolah, (anak-anak minum) minuman yang begitu manis. Gula-gula dan sebagainya. Anak-anak ini suka kena penyakit gula,” ujar Zulhas.
Trending Now