BGN Beri Rp 50 Triliun ke Pemprov Jabar untuk Evaluasi MBG

29 September 2025 14:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BGN Beri Rp 50 Triliun ke Pemprov Jabar untuk Evaluasi MBG
Dana itu dikirim langsung oleh pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas yang digagas di tingkat daerah.
kumparanNEWS
Kepala BGN Dadan Hindayana dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bogor, Senin (29/9/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BGN Dadan Hindayana dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bogor, Senin (29/9/2025). Foto: kumparan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 50 triliun dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dana itu dikirim langsung oleh pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas yang digagas di tingkat daerah.
"Kami dari Badan Gizi Nasional akan mengirim uang kepada Jawa Barat kurang lebih Rp 50 triliun yang mohon dianggap sebagai bagian dari pendapatan asli daerah, jadi itu kontribusi dari pusat ke daerah," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, Senin (29/9).
Ia menyampaikan, alokasi anggaran ini merupakan kontribusi pemerintah pusat yang akan dicatat sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun pengelolaannya tetap dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan pihaknya sudah melakukan evaluasi kerangka kerja untuk makan bergizi gratis. Sebab, menurut data dari Kemenkes dan BPOM, keracunan MBG paling banyak terjadi di Jabar.
Seorang siswa melakukan perawatan usai keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung, Jawa Barat. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Evaluasi itu kata KDM sembari menunggu Peraturan Presiden (Perpes). Kendati begitu Pemprov Jabar akan membentuk tim evaluasi, monitoring
"Dan sebagai satgasnya MBG Provinsi Jawa Barat sebelum satgas yang dibentuk oleh pemerintah pusat nanti diterbitkan," katanya.
Ia menuturkan, tugas dari satgas MBG Jabar itu adalah mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan. Dari penyiapan bahan baku, proses masak-masak, jam masak, dan pengiriman bahannya sampai mencicipi.
"Nanti yang mencicipi tidak boleh guru yang mencicipi adalah tim yang melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan dan makanan yang disiapkan. Itu yang pertama,"ujarnya.
Trending Now