BGN Ungkap Pemicu Keracunan Massal MBG: 80% SPPG Tak Jalankan SOP

24 September 2025 19:43 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BGN Ungkap Pemicu Keracunan Massal MBG: 80% SPPG Tak Jalankan SOP
Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses memasak.
kumparanNEWS
Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Nanik Sudaryati Deyang (kiri) tiba untuk mengikuti acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Nanik Sudaryati Deyang (kiri) tiba untuk mengikuti acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto belakangan kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan memicu kasus keracunan massal di Bandung Barat, Garut hingga Banggai.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses memasak.
Hal ini menjadi penyebab utama kasus keracunan massal yang menimpa siswa yang memperoleh program MBG.
Polres Banggai Kepulauan saat memasang police line di tempat SPPG atau rumah produksi makanan, Kamis (19/9/2025). Foto: Dok. Polres Banggai Kepulauan
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyebut, hasil investigasi menunjukkan sebagian besar kasus terjadi akibat makanan yang diproduksi tidak mengikuti aturan waktu penyajian oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
β€œBanyak faktor, tetapi 80 persen dari investigasi kami karena tidak menjalankan SOP waktu memasak,” jelas Nanik saat dihubungi kumparan, Rabu (24/9).
Menurut Nanik, lamanya jeda antara makanan selesai dimasak dengan waktu konsumsi membuat risiko kontaminasi meningkat.
β€œJadi rentang waktu bahan makanan selesai dimasak sampai dikonsumsi lebih dari 6 jam,” ujar Nanik.
Trending Now