BLDF Inisiasi Gerakan Kudus Asik: Ubah Mindset soal Sampah Organik
22 September 2025 15:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
BLDF Inisiasi Gerakan Kudus Asik: Ubah Mindset soal Sampah Organik
Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menginisiasi gerakan Kudus Asik (Apik, Resik) dengan fokus pada pengelolaan sampah organik.kumparanNEWS

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menginisiasi gerakan Kudus Asik (Apik, Resik) dengan tujuan mewujudkan Kota Kudus yang apik (bagus) dan resik (bersih). Hal ini disampaikan langsung Program Director BLDF, Jemmy Chayadi, dalam acara kumparan Green Initiative Conference 2025, Kamis (18/8).
“Program Kudus Asik (apik, resik) adalah program bagaimana kami mau membantu kami jadi apik dan resik, bersih dan rapi jadi lebih baik lah. Kalau misalnya kita melihat semua pasti mau melihat rumah sendiri resik. kami dari bakti lingkungan Bisa membantu mewujudkan Kudus yang apik dan resik,” tegas Jemmy.
Salah satu cara untuk mewujudkan tercapainya Kudus Asik adalah dengan pengelolaan sampah organik. BLDF berusaha mengubah mindset soal sampah organik yang seringkali tak bernilai.
“Nah salah satu caranya kepada pengelola sampah. Seperti kita tahu sampah organik itu basah dan tidak bisa diolah menjadi uang (yang bermanfaat). Nah ini seringkali menjadi konotasi yang melekat di sampah organik,” jelas Jemmy
“Nah ini bagaimana ya pelan-pelan ingin bantu untuk bisa mengubah pandangan bahwa sampah organik itu ternyata ada nilainya kok. Cuma kurangnya itu adalah harus dikelola saja. Nah ini tujuannya kami ‘rumah sendiri’ apik dan resik,” sambungnya.
Sementara itu, influencer Kudus Asik, Isman Ridhwansah membagikan cara dirinya memanfaatkan sampah organik. Salah satunya dengan mengolah kembali roti sisa menjadi makanan roti kukus pisang yang lebih enak.
“Seperti kata Pak Jemmy sampah organik itu kerap dianggap sebelah mata, tidak punya nilai. Tapi jangan salah padahal dengan pendekatan yang baik dengan pendekatan yang dibilang bisa menjadi bernilai," terangnya dalam kesempatan yang sama.
"Kalau ekspektasi saya, semoga teman-teman yang sudah lihat beberapa konten dari Kudus Asik ataupun hal-hal lain yang tentang environment itu juga bisa menjalankannya secara sadar bagaimana kalau kita ketemu sampah itu tidak selalu mikir ini adalah hal yang selalu dibuang,” jelas Isman.
Selain itu, Isman juga menyampaikan cara lain untuk mengelola sampah dengan bijak, agar rumah di wilayah sendiri dapat mencapai tujuan apik dan resik.
“Terus yang kedua, bisa menerapkan selain belah sampah, ingat 3R, Recycle, Reduce, Reuse. Itu hal yang paling simpel yang harus kita lakukan dari dalam rumah terlebih dahulu sebelum mungkin sampai ke stakeholder ataupun yang lain,” tutur Isman.
“Dan yang ketiga, semoga dengan adanya platform di Kudus Asik, ini bisa jadi contoh di kabupaten lain ataupun di kabupaten lain untuk menerapkan hal-hal yang benar-benar bisa dikesinambungkan dengan kebersihan di kota. Dan jangan lupa berkolaborasi juga dengan influencer, dengan pemerintah juga untuk bikin kotanya lebih baik,” pungkasnya.
