BMKG Ungkap Sudah 238 Hari Gelar Operasi Modifikasi Cuaca hingga November 2025
11 November 2025 15:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
BMKG Ungkap Sudah 238 Hari Gelar Operasi Modifikasi Cuaca hingga November 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan daftar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang tahun 2025.kumparanNEWS

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan daftar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang tahun 2025.
Kegiatan itu dilakukan baik dengan pendanaan internal BMKG maupun kerja sama lintas lembaga untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Juga mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, sejumlah operasi telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia.
“Untuk Operasi Modifikasi Cuaca, ada beberapa operasi yang telah kita lakukan. Yang dua yang teratas yang berwarna biru itu adalah dengan menggunakan rupiah murni dari BMKG,” kata Faisal dalam rapat bersama Komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11).
Adapun dua operasi dengan pendanaan murni BMKG (kategori biru) meliputi:
Kegiatan kerja sama (kategori hijau) dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPBD DKI Jakarta, serta pihak perkebunan swasta.
“Kemudian yang di bawahnya yang warna hijau, itu adalah kegiatan kerja sama kami dengan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BPBD DKI Jakarta untuk mencegah cuaca ekstrem, dan juga dengan pihak perkebunan swasta. Ini sudah berjalan,” ujar Faisal.
Rincian kegiatan kerja sama tersebut mencakup:
Faisal menambahkan, sebagian besar operasi modifikasi cuaca tahun ini dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sesungguhnya operasi modifikasi cuaca yang lebih banyak, itu kami lakukan bekerja sama dengan BNPB,” ujarnya.
Namun, ia menyebut, supervisi pelaksanaan tetap dilakukan oleh BMKG.
“Dana pelaksanaan itu dari BNPB tapi supervisi dari awal hingga pelaksanaan itu dari BMKG,” kata Faisal.
“Ada total hari operasi sebesar sebanyak 238 hari operasi. Sedangkan untuk dengan dana BNPB tadi sekitar total sekitar 60 hari. Jadi ini memang lebih banyak yang dilakukan bersama BNPB,” tandasnya.
