BNPB Ungkap Banjarnegara dan Cilacap Daerah Paling Rawan Longsor di Jateng

17 November 2025 23:37 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BNPB Ungkap Banjarnegara dan Cilacap Daerah Paling Rawan Longsor di Jateng
Sementara itu di Banjarnegara, longsor terjadi pada Minggu (16/11). Tiga korban ditemukan meninggal, 27 lainnya masih hilang.
kumparanNEWS
Evakuasi korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Dok. Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Evakuasi korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Dok. Basarnas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Kabupaten Banjarnegara dan Cilacap merupakan daerah dengan jumlah korban longsor terbanyak dalam 10 tahun terakhir di Jawa Tengah (Jateng).
Terbaru, Cilacap diterjang longsor pada Jumat (14/11). Hingga kini dari 23 warga yang dilaporkan hilang, 16 korban ditemukan meninggal dunia dan 7 masih dalam pencarian.
Sementara itu di Banjarnegara, longsor terjadi pada Minggu (16/11). Tiga korban ditemukan meninggal, 27 lainnya masih hilang.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa catatan historis menunjukkan pola kejadian longsor di Jateng tidak pernah lepas dari wilayah tengah hingga selatan provinsi itu.
β€œTingkat kerawanan longsor tidak berubah tanpa perbaikan lingkungan. Kalau historisnya pernah terjadi, kemungkinan akan terulang lagi seperti yang saat ini terjadi,” kata Muhari dalam jumpa pers virtual, Senin (17/11).
Berdasarkan data 2015–2024 BNPB mencatat Banjarnegara menempati urutan pertama wilayah dengan korban meninggal dan mengungsi akibat tanah longsor.
Pada periode tersebut ada sebanyak 13.351 orang warga mengungsi akibat tanah longsor dan 330 orang menunggal dunia.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor menggunakan ekskavator pada hari keempat operasi pencarian di Desa Cibeunying, Majenang, CIlacap, Minggu (16/11/2025). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO
Sementara Kabupaten Cilacap berada pada posisi kedua 9.547 orang warga mengungsi dan 276 orang warga meninggal dunia karena longsor. Selanjutnya disusul Kabupaten Magelang, Wonosobo, dan Purbalingga.
Abdul menjelaskan bahwa longsor kerap terjadi di wilayah perbukitan yang memiliki struktur tanah gembur dan porositas tinggi.
"Sehingga ketika hujan turun dalam durasi lama, air mengisi rekahan dan memicu bidang luncuran tanah."
Trending Now