BNPT: Tren Rekrutmen Teroris Online, Salah Satunya Lewat True Crime Community

18 November 2025 15:25 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BNPT: Tren Rekrutmen Teroris Online, Salah Satunya Lewat True Crime Community
Para pelaku perekrut anggota jaringan terorisme menyasar anak muda di media sosial. Salah satu target mereka adalah True Crime Community. Apa itu?
kumparanNEWS
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XIII di DPR, Kamis (17/7/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XIII di DPR, Kamis (17/7/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap tren baru rekrutmen terorisme yang menyasar anak-anak melalui platform daring seperti media sosial dan game online.
Salah satu pola yang terdeteksi adalah para pelaku menyasar anak-anak yang tergabung di komunitas True Crime Community (TCC).
Hal itu disampaikan Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono dalam Konferensi Pers Penanganan Rekrutmen Online Terhadap Anak-anak oleh Kelompok Terorisme di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/11).
Konferensi Pers Penanganan Rekutmen Online Terhadap Anak-anak oleh Kelompok Terosisme di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Ia mencontohkan kasus ABH pelaku ledakan SMA 72 yang diketahui mengakses grup True Crime Community hingga meniru perilaku tertentu demi merasa hebat atau memiliki kebanggaan.
β€œJadi dia bisa meniru ide perilaku apa yang terjadi, sehingga dia meniru supaya bisa dibilang hebat ya, supaya ada kebanggaan,” ujarnya.
Eddy menambahkan pihaknya kini bekerja sama dengan Kementerian PPA, KPAI, Kemensos, serta ahli psikologi untuk memetakan kondisi psikologis para anak yang terpapar.
Barang bukti kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). Foto: Rinddy Seftyan/kumparan
β€œSehingga ketika diketahui secara psikologis apa yang terjadi, baru kita melakukan rehabilitasi. Kira-kira rehab apa yang pas ketika orang atau anak-anak ini mengalami tekanan secara psikologis. Nah, itu yang sekarang kita kembangkan,” jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka menyebut tren rekrutmen daring meningkat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
β€œPada tahun 2011 hingga 2017 itu Densus 88 mengamankan kurang lebih 17 anak ya dan ini dilakukan berbagai tindakan, tidak hanya penegakan hukum tetapi juga ada proses pembinaan,” kata Mayndra.
Namun angka tersebut melonjak tajam pada 2025. β€œKurang lebih lebih dari 110 yang saat ini sedang teridentifikasi. Jadi artinya kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa ada proses yang sangat masif sekali rekrutmen yang dilakukan melalui media daring,” tuturnya.
Trending Now