Bocah di Gunungkidul yang Tenggelam Usai Pramuka Ditemukan di Kedalaman 2 Meter
16 Oktober 2025 15:05 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Bocah di Gunungkidul yang Tenggelam Usai Pramuka Ditemukan di Kedalaman 2 Meter
Kapolsek Wonosari Edy Purnomo mengatakan GS (8 tahun) siswa SDN Kamal, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, ditemukan tenggelam di kedalaman 2 meter di Sungai Kamal, Rabu (15/10) malam.kumparanNEWS

Kapolsek Wonosari Edy Purnomo mengatakan GS (8 tahun) siswa SDN Kamal, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, ditemukan tenggelam di kedalaman 2 meter di Sungai Kamal, Rabu (15/10) malam.
"Hasil olah TKP bahwa korban ditemukan didasar sungai dengan kedalaman 2 meter, dan di dasar sungai tersebut terdapat batuan," kata Edy dikonfirmasi, Kamis (16/8).
Edy mengatakan korban pada Rabu (15/10) pukul 13.00 WIB mengikuti pramuka. Kegiatan ini diikuti 6 kelas dengan jumlah siswa 80 orang.
Kegiatan yang dilakukan adalah observasi alam yakni pengenalan alam hewan dan tumbuhan. Siswa didampingi dua pembina.
"Siswa berangkat dengan berjalan kaki dari sekolah menuju ke arah tempat kejadian perkara dengan jarak kurang lebih 2,5 km dan sampai sekitar pukul 14.15 WIB, selanjutnya saksi 1 dan saksi 2 (pembina) memerintahkan siswa untuk mengamati segala jenis hewan yang bisa ditemukan dan diestimasikan selesai pukul 15.00 WIB," katanya.
Ternyata saat itu ada beberapa siswa yang berada di pinggiran sungai dangkal mengamati kepiting.
Lalu pada pukul 15.00 WIB kedua pembina mengajak siswa kembali ke sekolah. Selama perjalanan ke sekolah ada beberapa siswa yang dijemput orang tuanya.
"Dalam perjalan pulang beberapa orang tua siswa juga menjemput di jalan, setelah sampai sekolah siswa sudah kembali semua sekitar pukul 16.00 WIB," katanya.
Namun, saat di sekolah salah satu pembina menemukan tas dan sepatu milik korban tertinggal. Saat itu belum ada kecurigaan karena mengira GS telah pulang ke rumah. Pembina meminta salah seorang siswa untuk mengantar barang korban ke rumahnya.
Baru saat Maghrib orang tua mencari keberadaan GS karena tak berada di rumah. Setelah itu warga bersama-sama mencari GS.
Edy mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menemukan unsur kelalaian dalam peristiwa ini. "Sampai saat tidak (belum ditemukan) ada kelalaian," katanya.
Sementara itu, Edy mengatakan perwakilan pihak keluarga sementara menerima kejadian ini sebagai musibah.
"Menurut perwakilan dari pihak keluarga sementara sudah menerima atas kejadian tersebut sebagai musibah," katanya.
Kata Dinas Pendidikan Gunungkidul
Sebelumnya, seorang bocah kelas 2 SD berinisial G ditemukan meninggal dunia di sebuah sungai di Padukuhan Kamal, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (15/10) malam.
Sebelumnya G mengikuti kegiatan pramuka di sekolahnya, SDN Kamal pada sore harinya.
"Bukan outbond. Jadi kegiatannya pramuka sore. Itu mencari daun-daun dan obat-obatan (tanaman obat) di sekitar sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati melalu sambungan telepon, Kamis (16/10).
"Ada (siswa) yang selesai di situ (lalu pulang), ada yang kembali ke sekolah, mengambil tasnya. Banyak orang tua yang menjemput juga di situ," jelasnya.
Informasi yang diterima Nunuk, kegiatan mencari tanaman obat ini dilakukan di sekitar sekolah bukan di sungai.
Nunuk mengatakan orang tua G mengira anaknya sudah pulang karena rumahnya dekat. Namun ternyata sampai sore G tak ada di rumah.
Dari keterangan sekolah ke Nunuk, pembina pramuka pulang paling terakhir. Di situ sudah tidak ada siswa lagi.
"(Tahunya sekolah) sudah pulang karena rumahnya dekat SD," jelasnya.
