BRIN: Kemungkinan Meteor Jatuh di Permukiman Sangat Kecil, Tak Bisa Diantisipasi
7 Oktober 2025 9:45 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
BRIN: Kemungkinan Meteor Jatuh di Permukiman Sangat Kecil, Tak Bisa Diantisipasi
Meteor yang jatuh dari langit sampai bumi sangat jarang jatuh di permukaan bumi. Bagaimana penjelasannya?kumparanNEWS

Meteor yang jatuh dari langit sampai bumi sangat jarang jatuh di permukaan bumi. Bagaimana penjelasannya?
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Thomas Djamaluddin menjelaskan, benda langit seperti meteor, mayoritas jatuh di wilayah tak berpenghuni.
"Probabilitas jatuh di pemukiman kecil sekali, karena di bumi wilayah berpenghuni jauh lebih kecil dibandingkan wilayah tidak berpenghuni (laut, hutan, gurun)," kata Thomas pada Selasa (7/10).
Jadi, menurutnya, tidak ada yang bisa memprakirakan kapan meteor bisa jatuh ke permukaan bumi, khususnya di permukiman.
"Tidak ada antisipasi yang bisa dilakukan," katanya.
Yang jelas, menurut Thomas, meteor dengan ukuran besar biasanya menimbulkan dentuman hingga getaran. Meteor yang lintasi Cirebon diameternya sekitar 3-5 meter sehingga dentumannya cukup terasa warga.
"Tapi, semakin besar ukurannya, getaran makin besar," sambung dia.
Thomas menambahkan, suara dentuman keras terjadi karena meteor tersebut menghantam laut. Namun menurut catatannya, tidak pernah terjadi meteor jatuh di permukiman.
