Bripda MA yang Lempar Helm ke Pelajar SMK saat Bubarkan Balap Liar Dipatsus
26 Agustus 2025 16:10 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Bripda MA yang Lempar Helm ke Pelajar SMK saat Bubarkan Balap Liar Dipatsus
Kabid Propam Polda Banten Kombed Pol Murwoto mengatakan Bripda MA saat ini dipatsus atau penempatan khusus.kumparanNEWS

Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Murwoto mengatakan Bripda MA saat ini dipatsus atau penempatan khusus. Hal ini setelah insiden pelajar SMK Violent Agara Castilo (16 tahun) terkena lemparan helm Bripda MA saat sedang patroli membubarkan balap liar di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten pada Minggu (24/8).
Akibat lemparan helm itu, Violent mengalami kecelakaan lalu lintas hingga kritis akibat luka parah. Saat ini Violent menjalani perawatan dan kondisinya koma.
"Terhadap Bripda MA kita proses penegakan hukumnya baik itu aturan disiplin atau kode etik, serta ditempatkan di tempat khusus terhadap personel tersebut," kata Murwoto kepada wartawan, Selasa (26/8).
Polisi, kata Murwoto, akan melakukan proses penegakan hukum secara transparan dan objektif sesuai sidang disiplin dan kode etik, termasuk memberikan sanksi berupa penempatan khusus di Mapolda Banten.
Bantu Pengobatan
Murwoto juga mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan persuasif dengan mendatangi keluarga korban dan meminta agar keluarga korban tidak terprovokasi pihak-pihak lain. Selain itu pihaknya turut memberikan bantuan pengobatan kepada korban selama menjalani perawatan di RSUD Banten.
"Polda Banten sudah melakukan tindakan persuasif dan mendatangi keluarga korban agar tidak terprovokasi pihak lain. Polda Banten juga membantu atas pengobatan korban selama dirawat," ucapnya.
Sebelumnya, ayah Violent, Benny Permadi mengatakan anaknya diduga terjatuh dari motor yang dikendarainya setelah dipukul menggunakan helm oleh oknum anggota polisi yang tengah berpatroli membubarkan aksi sekelompok remaja yang tengah balapan liar.
Menurut Benny, anaknya sempat bilang akan segera pulang ke rumah usai mengambil spare part motor dari sebuah bengkel yang ditujunya tersebut.
"Dari cerita temannya, anak saya itu diadang polisi, lalu dipukul pakai helm hingga terjatuh. Sekarang mengalami luka parah di kepala dan tidak sadarkan diri, masih koma, dirawat di RSUD Banten," ucap Benny kepada wartawan, Senin (25/8).
Diungkapkan Benny, anaknya langsung dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh dari motor dibantu oleh aparat kepolisian. Namun pihak kepolisian hanya menyampaikan anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas tanpa adanya pemukulan terlebih dahulu.
Menurut Benny, teman-teman anaknya menyaksikan langsung insiden tersebut bahwa anaknya terjatuh dari motor setelah dihantam dengan helm oleh oknum polisi.
"Saya awalnya masih mengira anak-anak ini mungkin salah, tapi mereka berani bilang di depan polisi, berarti memang melihat langsung. Ya kalau anak salah, ditegur atau dihukum wajar, bukan dipukul sampai koma begini," ungkapnya.
Versi Polisi
Murwoto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 02.15 WIB. Saat itu polisi mendapat informasi adanya balap liar di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani.
Setibanya di sana, gerombolan pemuda itu berusaha melarikan diri saat melihat petugas. Termasuk Violent, ia juga kabur mengendarai motornya tanpa menghidupkan lampu. Menurut polisi, saat itu Violent hampir menabrak personel patroli Bripda MA.
โSekitar pukul 02.45 WIB kendaraan roda dua yang menuju arah tim 2 tidak menyalahkan lampu utama kaget melihat petugas yang sudah berada di badan jalan sehingga salah satu personel patroli Bripda MA refleks melemparkan helm diduga mengenai pengendara tersebut yang diketahui bernama Violent Agara Casttilo, berusia 16 tahun, siswa SMK 2 Serang,โ kata Murwoto kepada kumparan, Selasa (26/8).
Akibat lemparan helm Bripda MA, Violent terjatuh dari motornya dan terseret beberapa meter. Violent mengalami luka di bagian wajah dan kepala karena ia tak mengenakan helm.
โAkibat lemparan helm tersebut mengakibatkan korban terjatuh dari kendaraan R2 dan terseret beberapa meter mengakibatkan luka pada wajah dan kepala karena korban tidak memakai helm serta kaki dan sampai saat ini korban masih dirawat di ICU RSUD Banten,โ ujarnya.
Rekaman CCTV
Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, lanjut Murwoto, tak ditemukan pemukulan terhadap para pemuda yang melakukan balap liar di lokasi.
Ia menambahkan, di lokasi Violent terjatuh juga tak ada CCTV.
โBerdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV petugas patroli mengadang kendaraan R2 dengan cara memberhentikan kendaraan dan ancang-ancang melempar helm yang dikenakan sedangkan rekaman video pemukulan tidak terekam oleh karena CCTV dikarenakan sekitar TKP korban terjatuh tidak ada CCTV,โ tambahnya.
Murwoto juga menjelaskan klarifikasi dari pada saksi.
Selain itu, Ia menyebut, usia terjatuh Violent dibawa ke RS oleh Bripda MA.
โBahwa berdasarkan klarifikasi para saksi menerangkan bahwa kendaraan roda dua yang dikendarai korban terlihat seperti akan menabrak Bripda MA sehingga personel tersebut melempar helm ke arah Violent Agara Casttilo, kaget dan terjatuh serta terseret sekitar 10 meter, setelah itu personel Ditsamapta membawa korban tersebut ke rumah sakit RSUD Provinsi,โ imbuhnya.
