Buaya 585 Kg di Inhil Mati, Isi Perutnya Plastik, Pisau hingga Tabung Televisi

24 November 2025 21:55 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buaya 585 Kg di Inhil Mati, Isi Perutnya Plastik, Pisau hingga Tabung Televisi
Buaya tersebut memiliki berat 585 kilogram dengan panjang 5,7 meter.
kumparanNEWS
Ilustrasi Buaya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Buaya. Foto: Shutter Stock
Buaya berukuran besar mati di penangkaran sementara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Buaya tersebut memiliki berat 585 kilogram dengan panjang 5,7 meter.
Kepala DPKP Inhil Junaidi menjelaskan kematian buaya raksasa dari Sungai Undan, Kecamatan Reteh, tersebut diketahui setelah dilakukan observasi oleh personel pada Kamis (20/11). Observasi dilakukan dikarenakan infeksi akibat luka lecet di kedua kaki dan tangan buaya.
"Kematian buaya dilaporkan setelah personel kita melakukan observasi tadi. Karena tak ada tanda-tanda bergerak, lalu dilakukan pengecekan ternyata sudah mati," kata Junaidi di Tembilahan, dikutip dari Antara, Senin (24/11).
Buaya itu berada di penangkaran selama 20 hari. Selama itu reptil tersebut tidak mau makan saat diberi makanan.

Ditangkap Warga

Buaya berukuran jumbo tersebut sebelumnya ditangkap warga di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil pada 1 November lalu.
Sehari kemudian reptil tersebut dievakuasi menggunakan mobil kabin ganda melalui jalur darat selama sembilan jam. Buaya ditempatkan di penangkaran sementara di kawasan DPKP Jalan SKB, Tembilahan.
DPKP Inhil telah melaporkan kematian buaya itu ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSDPL) Padang, termasuk Loka Kawasan Perairan Nasional Pekanbaru Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Isi Perut Mengejutkan

Bangkai buaya tersebut kini dibawa ke Jakarta untuk diserahkan ke lembaga konservasi di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Sebelum diserahkan, isi perut buaya lebih dulu dikeluarkan.
Junaidi mengatakan petugas begitu terkejut saat mengetahui isi perut hewan yang diberi nama "Si Udan" itu. Tidak ada tulang hewan maupun manusia, yang ada justru plastik hingga barang elektronik.
"Kemungkinan benda-benda yang tidak bisa dicerna itu penyebab buaya tersebut mati. Bayangkan saja plastik ada 20 kantong, serta karung goni, pisau, mata tombak, dan tabung televisi," kata Junaidi.
Trending Now