Bupati Aceh Tamiang: Sasaran Utama Bersihkan Lumpur, Lalin-Pasar Mulai Normal

30 Desember 2025 12:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Aceh Tamiang: Sasaran Utama Bersihkan Lumpur, Lalin-Pasar Mulai Normal
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengungkapkan saat ini pihaknya masih berfokus untuk membersihkan sisa-sisa lumpur.
kumparanNEWS
Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi kawasan pascabanjir bandang di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi kawasan pascabanjir bandang di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengungkapkan saat ini pihaknya masih berfokus untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa arus banjir bandang.
Dia menjelaskan, dari 216 desa yang ada di 12 kecamatan, seluruhnya terdampak lumpur. Armia meminta bantuan alat berat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Sekarang ini masalahnya adalah di desa-desa, kami perlu alat berat yang banyak mungkin Bapak, karena kita mempunyai 216 desa semuanya sasarannya adalah lumpur," kata Armia dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana bersama DPR dan pemerintah di Aceh, Selasa (30/12).
Anggota TNI dan Polisi bahu-membahu membersihkan lumpur di fasilitas kesehatan Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Dia memaparkan, sejauh ini, sudah ada ribuan personel TNI-Polri yang dikerahkan untuk membantu pembersihan lumpur.
Khusus untuk Kecamatan Karang Baru, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Aceh Tamiang, pembersihan lumpur sudah mencapai 80 persen.
"Kami laporkan untuk saat ini kami sudah menargetkan lebih kurang satu minggu ibu kota kabupaten harus bersih dari lumpur. Alhamdulillah tadi pagi kemarin kami sudah melihat 80% untuk lumpur sudah bisa kami bersihkan di sekitar ibu kota kabupaten," ucapnya.
Untuk listrik, Armia menjelaskan, saat ini Kabupaten Aceh Tamiang sudah pulih. Begitu juga dengan jaringan telepon seluler.
"Kemudian untuk sentra ekonomi juga alhamdulillah begitu kami bersihkan sudah ada pasar-pasar kaget yang mulai berjualan, apakah itu bentuk sayuran, berjualan telur, dan sebagainya," jelas dia.
"Untuk arus lalu lintas dan logistik lancar dari Medan ke Banda Aceh dan sebaliknya, walaupun masih ada beberapa jalan yang macet karena kondisi aspal yang mulai keropos atau berlubang," sambungnya.
Suasana kerusakan akibat banjir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Terkait jumlah rumah yang rusak, Armia memaparkan, pendataan masih terus dilakukan. Namun, dari data sementara ada 4.839 rumah yang hilang, 8.509 rumah rusak berat, 9.366 rumah rusak sedang, dan 15.174 rumah rusak ringan.
"Kami sudah menyiapkan untuk pembangunan huntara dan huntap, baik itu tanah yang merupakan aset pemerintah daerah dan juga kami juga sudah menyurati beberapa perusahaan HGU. Ada 14 perusahaan HGU yang kami mintakan untuk bisa dilepaskan sebagai tempat nantinya akan dibangunkan huntara atau huntap," ujarnya.
Petugas mengoperasikan alat berat dan truk untuk membersihkan jalan dari lumpur pascabencana banjir bandang luapan Sungai Tamiang di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Trending Now