Bupati Pidie Jaya: 7 Sungai Bermasalah, Dampaknya Hampir Satu Kabupaten

30 Desember 2025 12:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Pidie Jaya: 7 Sungai Bermasalah, Dampaknya Hampir Satu Kabupaten
Bupati Pidie Jaya, Aceh Sibral Malasyi, mengungkapkan kerusakan di wilayahnya akibat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa waktu belakangan.
kumparanNEWS
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi di rapat koordinasi satgas pemulihan pascabencana di Aceh. Foto: Dok. TV Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi di rapat koordinasi satgas pemulihan pascabencana di Aceh. Foto: Dok. TV Parlemen
Bupati Pidie Jaya, Aceh Sibral Malasyi, mengungkapkan kerusakan di wilayahnya akibat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa waktu belakangan.
Ia mengatakan, setidaknya ada tujuh aliran air yang mengalami kerusakan.
β€œKemudian ada tujuh sungai lagi juga bermasalah, pak, makanya kami di kabupaten Pidie Jaya kemarin berdampaknya hampir satu kabupaten,” ujarnya dalam rapat koordinasi pascabencana pada Selasa (30/12).
Rakor ini dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Syamsurijal dan Saan Mustopa.
Selain pimpinan DPR, turut hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Dirut Telkomsel dan PLN.
Antrian kendaraan mengular menunggu air surut di Jalan Banda Aceh Medan, Gampong Ulee Gle, Bandar Dua, Pidie Jaya, Aceh pada 27 November 2025. Foto: Sudirman Said
Sejumlah kendaraan terjebak lumpur pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Selain aliran air atau sungai, Malasyi juga mengatakan kerusakan yang cukup parah adalah PDAM untuk penyediaan air bersih untuk masyarakat.
β€œKami di Pidie Jaya, 3 WTP (water treatment plant) yang ada habis dibawa arus. Jadi sehingga WTP-WTP ini tidak ada yang bisa difungsikan satu pun,” tuturnya.
Selain itu, Malasyi juga mengatakan banjir juga merusak fasilitas pendidikan sekolah dan rumah-rumah penduduk. Saat ini, kata dia, kondisi pemukiman masih terendam lumpur.
β€œJadi lumpur yang ada saat ini dengan atap yang ada dengan plafon yang ada penuh, penuh dengan lumpur yang ada di dalam dan kalau memang kita mau membersihkannya. Saya rasa lebih besar biaya untuk kita lakukan pembersihan,” jelasnya.
Trending Now