Bupati Sukabumi Minta Maaf Ada Bocah Tewas dengan Tubuh Penuh Cacing
21 Agustus 2025 10:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Bupati Sukabumi Minta Maaf Ada Bocah Tewas dengan Tubuh Penuh Cacing
Bupati Sukabumi Asep Japar meminta maaf atas meninggalnya Raya (4 tahun) bocah yang tewas dengan tubuh dipenuhi cacing.kumparanNEWS

Bupati Sukabumi Asep Japar meminta maaf atas meninggalnya Raya (4 tahun) bocah yang tewas dengan tubuh dipenuhi cacing.
"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, pertama menyampaikan belasungkawa terhadap meninggalnya ananda Raya yang di Desa Cianaga," ujar Asep saat ditemui wartawan di pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/8).
"Saya juga menegaskan kepada seluruh perangkat daerah, jangan sampai terjadi dan terulang kembali masalah ini di Kabupaten Sukabumi. Dan saya (menyampaikan) permohonan maaf kepada warga Sukabumi atas kejadian ini, atas nama pemerintah Kabupaten Sukabumi," kata Asep.
Kedua Ortu Terganggu Mentalnya
Asep menyebut bahwa pada Selasa (19/8) ia telah menemui keluarga Raya, yakni bapak dan neneknya.
"Memang kedua orang tuanya ya kurang dari SDM dan sisi mentalnya, agak terganggu, jadi pola asuh yang salah sehingga anak keterlantarkan, anak main di mana saja," ujar Asep.
Ayah Raya Saudara Kades
Asep menuturkan bahwa tidak ada pembiaran yang dilakukan Pemda terhadap Raya, terlebih karena ayah Raya masih saudara dengan kepala desa (kades).
"Saya ingin meluruskan bahwa Pemda itu tidak diam, hadir, dan sebelumnya juga hadir, bahkan pada saat pelayanan Posyandu, dia suka dibawa ke Posyandu. Saya langsung ketemu dengan neneknya, neneknya cerita itu," ujar Asep.
"Jadi, saya didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial bahwa kita dalam kejadian ini, saya tanya, kita tidak diam, bahkan itu masih saudaranya kepala desa. Termasuk kepala desanya punya bidan. Jadi itu tidak dibiarkan," ujar Asep.
Soal Dinsos Melempar-lempar Tanggung Jawab
Asep pun ditanyakan soal tindakan Dinas Sosial (Dinsos) yang melempar-lempar tanggung jawab saat diminta membantu biaya perawatan Raya.
"Memang Pak Udin (ayah Raya) itu tidak punya identitas, karena ada persoalan lain, tapi setelah itu dari kecamatan, dari desa, bahkan sekarang sudah punya BPJS," ujar Asep.
"Maklum, Pak Udin ditanya itu, ditanya ini, kan selalu beda jawabannya. Jadi bagi warga Kabupaten Sukabumi, persoalan ini diambil hikmahnya dan jangan sampai terulang kembali," kata politikus Partai Golkar itu.
