Bupati Tapanuli Utara Minta Maaf Salurkan Bantuan via Airdrop
5 Desember 2025 18:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Bupati Tapanuli Utara Minta Maaf Salurkan Bantuan via Airdrop
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, memberikan penjelasan terkait kejadian viral distribusi logistik untuk pengungsi banjir di Dusun Hajoran. kumparanNEWS

Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, memberikan penjelasan terkait kejadian viral distribusi logistik untuk pengungsi banjir di Dusun Hajoran, Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, beberapa hari yang lalu.
Penyaluran logistik via airdrop dilakukan diniatkan agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan di daerah yang sulit terjangkau dan tidak bisa dilalui lewat jalur darat. Namun di sisi lain, logistik ada yang rusak karena dilempar dari ketinggian.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan permohonan maaf kepada warga Tapanuli Utara atas insiden yang terjadi.
"Kami pertama-tama meminta maaf kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara, secara khusus masyarakat yang ada di Desa di Desa Manalu Purba, tepatnya di Hajoran," kata Jonius dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/12).
Jonius mengatakan, kondisi lapangan saat itu kurang memungkinkan untuk melakukan pendaratan. Ia menyebut, ada kabel yang melintang saat awak pilot ingin mendaratkan helikopter tersebut.
"Kami mau mendarat, karena saya rencana mau turun menyapa masyarakat. Akan tetapi, pada ketinggian kurang lebih mungkin ada 15 meter atau 10 meter, itu ada kabel listrik," ujarnya.
"Sehingga pilot menyarankan untuk tidak mendarat. Dan masyarakat sudah berkumpul di bawah," sembungnya.
Jonius tidak ingin memberikan kekecewaan terhadap warga yang sudah menunggu bantuan logistik darinya. Lalu, Jonius menurunkan bantuan dari atas helikopter.
"Takut masyarakat kecewa, kami coba memberikan bantuan dengan menurunkan. Kami menurunkan kurang lebih 10 karung (beras). Karena kami melihat ke bawah, mereka bilang sudah ada yang rusak," imbuh Jonius.
Jonius menuturkan, pada saat drop logistik dari atas helikopter, beberapa kemasan mi terbuka saat dijatuhkan. Sehingga mi tersebut berantakan ketika diterima warga.
"Waktu itu memang pada saat kita keluarkan, ada indomie. Indomie langsung berserak. Sehingga kami kesimpulan untuk naik kembali. Kemudian kami mencari tempat landasan yang baru," ucapnya.
Sebelumnya airdrop dari heli ini mendapat sorotan karena jarak drop terlalu jauh. Akibatnya, beras begitu mendarat di tanah, pecah. Begitu pun dengan mi.
Warga tetap mengais beras yang berceceran di tanah. Ada pula yang memilih membuang beras itu. Seperti yang terjadi di Sibolga hingga Tapanuli Tengah.
