Cak Imin soal Kata Berbau Neo-Nazi di Senjata Mainan Peledak SMAN 72: Dipelajari
9 November 2025 14:33 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Cak Imin soal Kata Berbau Neo-Nazi di Senjata Mainan Peledak SMAN 72: Dipelajari
Sejumlah tulisan menarik terlihat di senjata mainan yang dibawa diduga pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat (7/11). Selain semboyan, ada nama-nama yang selama ini dikaitkan dengan Neo-Nazi.kumparanNEWS

Sejumlah tulisan menarik terlihat di senjata mainan yang dibawa diduga pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat (7/11). Selain semboyan, ada juga nama-nama yang selama ini dikaitkan dengan Neo-Nazi.
Salah satunya adalah tulisan '14 Words'.
Berikut bunyi Slogan 14 Words:
βKita harus mengamankan keberadaan orang-orang kita dan masa depan untuk anak-anak kulit putih.β
Apa tanggapan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait ini?
"Wah saya tidak sejauh itu ya menganalisanya, saya kira harus dipelajari lebih dalam ya," kata Cak Imin saat acara penutup Musabaqoh Qiraatil Kutub di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (9/11), Minggu (9/11).
Frasa 14 Words yang ada di senjata mainan itu diciptakan oleh David Lane β seorang teroris Amerika, rasis, dan anggota kelompok The Order yang terlibat dalam pembunuhan, perampokan, dan pengeboman selama tahun 1980-an. Lane menjalani hukuman seumur hidup dan meninggal di penjara.
Untuk itu, Cak Imin menambahkan, aparat pasti tak akan meremehkan temuan terkait ini.
"Ini indikator-indikator yang masih awal ya, pasti temuan itu tidak boleh diremehkan," jelas Cak Imin.
Selain tulisan '14 Words', di senjata mainan tersebut juga terdapat sejumlah nama yang dikenal sebagai penganut Neo Nazi. Dari mulai Brenton Tarrant, Alexander Bissonnette, hingga Luca Traini.
Nama pertama yakni Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan Masjid Christchurch (Selandia Baru) tahun 2019.
Ia adalah tokoh supremasi kulit putih, anti-imigran, dan teroris sayap kanan yang menyiarkan serangannya secara live-stream. Tarrant adalah ikon bagi gerakan neo-Nazi dan ekstremis sayap kanan global.
Tarrant ditangkap setelah kendaraannya ditabrak mobil polisi saat ia sedang berkendara menuju masjid ketiga di Ashburton. Bahkan Tarrant menyiarkan langsung penembakan pertama di Facebook, menandai serangan teror sayap kanan pertama yang berhasil disiarkan langsung.
Pada 26 Maret 2020, ia mengaku bersalah atas 51 pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan terlibat dalam aksi teroris, Hingga akhirnya ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, pertama diterapkan di Selandia Baru.
