Carlos Acutis Resmi Jadi Santo Pertama dari Generasi Milenial

8 September 2025 10:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Carlos Acutis Resmi Jadi Santo Pertama dari Generasi Milenial
Upacara yang disebut sebagai kanonisasi itu dihadiri oleh 70 ribu umat Katolik dari puluhan negara di dunia.
kumparanNEWS
Seorang pria memegang sebuah karya seni pada hari Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus untuk kanonisasi Carlo Acutis yang ditahbiskan sebagai orang suci Katolik, dan Pier Giorgio Frassati di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu (7/9/2025). Foto: Matteo Minnella/Pool/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria memegang sebuah karya seni pada hari Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus untuk kanonisasi Carlo Acutis yang ditahbiskan sebagai orang suci Katolik, dan Pier Giorgio Frassati di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu (7/9/2025). Foto: Matteo Minnella/Pool/REUTERS
Carlos Acutis, seorang remaja yang meninggal karena leukemia pada 2006, menjadi santo Katolik pertama dari generasi milenial. Upacara pentahbisan Carlos Acutis dilakukan pada Minggu (7/9) di Vatikan dan dipimpin langsung oleh Paus Leo XIV.
Upacara yang disebut sebagai kanonisasi itu dihadiri oleh 70 ribu umat Katolik dari puluhan negara di dunia.
Acutis, yang baru dijadikan santo, meninggal dunia pada usia 15 tahun. Dia merupakan remaja Italia kelahiran Inggris yang belajar koding untuk membuat website demi menyebarkan ajaran Katolik.
Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus untuk kanonisasi Carlo Acutis yang ditahbiskan sebagai santo Katolik, dan Pier Giorgio Frassati, di Lapanga, Minggu (7/9/2025). Foto: Matteo Minnella/Pool/REUTERS
Cerita hidup Acutis menjadi inspirasi banyak pemuda-pemuda Katolik. Setelah dikanonisasi, status Acutis sama dengan nama-nama besar sebelumnya seperti Bunda Teresa dan Fransiskus Asisi.
Paus Leo XIV melakukan kanonisasi terhadap Acutis bersama dengan Pier Giorgio Frassati. Sosok itu ialah pemuda Italia yang mengabdikan diri membantu orang-orang membutuhkan. Frassati meninggal dunia pada 1920-an karena penyakit polio.
Pada pidato pembukaan, Paus asal Amerika Serikat (AS) itu mengatakan, Acutis dan Frassati adalah teladan kesucian dan teladan dalam membantu mereka yang membutuhkan.
"Kalian semua, kita semua bersama-sama, dipanggil untuk menjadi orang kudus," kata Paus Fransiskus kepada kerumunan muda, yang telah tumpah ruah dari Roma menuju Vatikan dari alun-alun di sepanjang jalan utama, seperti dikutip dari Reuters.
Seorang pria memegang sebuah karya seni pada hari Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus untuk kanonisasi Carlo Acutis yang ditahbiskan sebagai orang suci Katolik, dan Pier Giorgio Frassati di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu (7/9/2025). Foto: Matteo Minnella/Pool/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria memegang sebuah karya seni pada hari Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus untuk kanonisasi Carlo Acutis yang ditahbiskan sebagai orang suci Katolik, dan Pier Giorgio Frassati di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu (7/9/2025). Foto: Matteo Minnella/Pool/REUTERS
"Carlo Acutis senang mengatakan bahwa surga selalu menanti kita, dan bahwa mencintai hari esok berarti memberikan yang terbaik dari diri kita hari ini," sambung Leo.
Kanonisasi Acutis telah dinantikan oleh banyak pemuda Katolik selama berbulan-bulan. Awalnya itu dijadwalkan pada April 2025 tetapi ditunda setelah wafatnya Paus Fransiskus.
Acara hari Minggu ini adalah pertama kalinya Leo, yang terpilih pada Mei, memimpin upacara kanonisasi.
Trending Now