Carlos Acutis Resmi Jadi Santo Pertama dari Generasi Milenial
8 September 2025 10:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Carlos Acutis Resmi Jadi Santo Pertama dari Generasi Milenial
Upacara yang disebut sebagai kanonisasi itu dihadiri oleh 70 ribu umat Katolik dari puluhan negara di dunia.kumparanNEWS

Carlos Acutis, seorang remaja yang meninggal karena leukemia pada 2006, menjadi santo Katolik pertama dari generasi milenial. Upacara pentahbisan Carlos Acutis dilakukan pada Minggu (7/9) di Vatikan dan dipimpin langsung oleh Paus Leo XIV.
Upacara yang disebut sebagai kanonisasi itu dihadiri oleh 70 ribu umat Katolik dari puluhan negara di dunia.
Acutis, yang baru dijadikan santo, meninggal dunia pada usia 15 tahun. Dia merupakan remaja Italia kelahiran Inggris yang belajar koding untuk membuat website demi menyebarkan ajaran Katolik.
Cerita hidup Acutis menjadi inspirasi banyak pemuda-pemuda Katolik. Setelah dikanonisasi, status Acutis sama dengan nama-nama besar sebelumnya seperti Bunda Teresa dan Fransiskus Asisi.
Paus Leo XIV melakukan kanonisasi terhadap Acutis bersama dengan Pier Giorgio Frassati. Sosok itu ialah pemuda Italia yang mengabdikan diri membantu orang-orang membutuhkan. Frassati meninggal dunia pada 1920-an karena penyakit polio.
Pada pidato pembukaan, Paus asal Amerika Serikat (AS) itu mengatakan, Acutis dan Frassati adalah teladan kesucian dan teladan dalam membantu mereka yang membutuhkan.
"Kalian semua, kita semua bersama-sama, dipanggil untuk menjadi orang kudus," kata Paus Fransiskus kepada kerumunan muda, yang telah tumpah ruah dari Roma menuju Vatikan dari alun-alun di sepanjang jalan utama, seperti dikutip dari Reuters.

"Carlo Acutis senang mengatakan bahwa surga selalu menanti kita, dan bahwa mencintai hari esok berarti memberikan yang terbaik dari diri kita hari ini," sambung Leo.
Kanonisasi Acutis telah dinantikan oleh banyak pemuda Katolik selama berbulan-bulan. Awalnya itu dijadwalkan pada April 2025 tetapi ditunda setelah wafatnya Paus Fransiskus.
Acara hari Minggu ini adalah pertama kalinya Leo, yang terpilih pada Mei, memimpin upacara kanonisasi.
