Catat, Ini Daerah yang Akan Diberlakukan One Way dan Contraflow Saat Nataru 2026
27 November 2025 12:55 WIB
Β·
waktu baca 3 menitDiperbarui 18 Desember 2025 10:10 WIB

Catat, Ini Daerah yang Akan Diberlakukan One Way dan Contraflow Saat Nataru 2026
Keputusan one way dan contraflow akan diambil secara situasional tergantung kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik.kumparanNEWS

Polisi memperkirakan sejumlah titik arus mudik dan balik Natal-Tahun Baru (Nataru) 2026 akan mengalami kepadatan, sehingga berpotensi diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way atau contraflow.
Keputusan one way dan contraflow akan diambil secara situasional tergantung kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut, beberapa kawasan sudah diantisipasi sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas.
βTermasuk juga wilayah mungkin Gadog (Bogor) akan terjadi one way, arus Mengkreng di Jawa Timur, Batu di Malang, termasuk yang Canggu di Bali itu para Direktur Lalu Lintas sudah sangat menguasai. Jadi kapan bangkitan arus dan kapan cara bertindak itu harus dilakukan,β jelas Agus dalam rapat kerja persiapan Operasi Lilin 2025 bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).
Dalam rapat itu, Agus juga mengajak Dirlantas dari tiap Polda di seluruh Indonesia.
Kakorlantas lalu memaparkan skenario contraflow di ruas Tol Jakarta Cikampek saat arus balik dan arus mudik. Begitu juga dengan prediksi one way arus mudik dan arus balik dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan KM 414 Tol Kalikangkung:
Agus menegaskan, keputusan penerapan one way atau contraflow akan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya berdasarkan prediksi.
βJadi masih bisa kita kendalikan apakah nanti parameternya harus contraflow atau one way. Tentunya nanti command center di KM 29 akan menilai kondisi pada saat itu,β ujar Agus.
βJadi prediksinya boleh, tapi kondisi pada saat itu kalau harus dilakukan one way kami lakukan one way, karena kami standby di command center itu,β lanjutnya.
Berdasarkan proyeksi volume kendaraan keluar Jabodetabek pada periode Nataru, diperkirakan ada 2.915.318 kendaraan yang akan melintas. Jumlah tersebut naik 12,2% dari kondisi normal atau sekitar 255.669 kendaraan, dan naik 0,9% dibandingkan tahun 2024.
Tujuan Arus Lalin Utama saat Nataru
Agus memaparkan prediksi distribusi tujuan arus lalu lintas selama Nataru sebagai berikut:
Menurutnya, keseimbangan beban antara jalan tol dan arteri menjadi kunci dalam pengambilan langkah rekayasa lalu lintas.
βTraffic counting ini sangat menentukan kondisi arus lalu lintas di jalan tol termasuk beban di arteri. Ketika nanti kita lakukan one way antar tol dan arteri harus seimbang, sehingga cara bertindaknya harus ada perhitungan dengan parameternya,β tutur Agus.
Meski peningkatan arus diperkirakan tak setinggi musim mudik Lebaran, kewaspadaan tetap dilakukan.
βKalau (operasi) Ketupat bisa sampai 90 persen. Artinya prediksi total traffic counting yang ada di tol, yang ada di jalan arteri itu seperti weekend plus 2 persen. Jadi masih bisa kita kendalikan,β tandasnya.
