Catatan Komisi X soal Prabowo Mau Jadikan Bahasa Portugis Prioritas Pendidikan

28 Oktober 2025 11:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Catatan Komisi X soal Prabowo Mau Jadikan Bahasa Portugis Prioritas Pendidikan
Komisi X mengingatkan agar kebijakan menjadikan bahasa Portugis prioritas pendidikan tak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa dasar yang kuat.
kumparanNEWS
Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian saat ditemui usai pelantikan pengurus pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) masa bakti 2024-2029 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Senin (21/4/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian saat ditemui usai pelantikan pengurus pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) masa bakti 2024-2029 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Senin (21/4/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin memasukkan bahasa Portugis ke dalam prioritas pendidikan nasional.
Rencana memasukkan bahasa Portugis sebagai salah satu prioritas pendidikan disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Presiden Brasil Lula da Silva.
Namun, ia mengingatkan agar kebijakan itu tak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa dasar yang kuat.
“Kami tentu menyambut baik setiap upaya pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Selasa (28/10).
“Namun, perlu dipastikan bahwa pengajaran bahasa Portugis, seperti juga bahasa asing lainnya, memiliki dasar yang jelas—baik dari segi manfaat strategis, hubungan diplomatik, maupun relevansinya dengan kebutuhan masa depan siswa,” lanjutnya.
Hetifah menilai, kementerian terkait perlu melakukan kajian menyeluruh sebelum bahasa Portugis diterapkan di sekolah-sekolah. Ia menekankan pentingnya melihat peluang kerja sama dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil, Portugal, dan Timor Leste.
“Kami berharap Kementerian Pendidikan juga melakukan kajian mendalam terkait potensi kerja sama dengan negara-negara berbahasa Portugis, serta memperhatikan dampak implementasinya terhadap kurikulum yang sudah padat,” katanya.
Politisi Golkar itu menyarankan agar pengajaran bahasa Portugis diujicobakan terlebih dahulu di wilayah yang memiliki keterkaitan historis dan sosial dengan bangsa Portugis.
“Dalam pelaksanaannya, program pengajaran bahasa Portugis ini dapat terlebih dahulu diujicobakan di daerah yang memiliki kedekatan historis dan interaksi sosial-budaya dengan negara-negara berbahasa Portugis, seperti di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor Leste,” ujar Hetifah.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan keterangan pers saat melakukan pertemuan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
Menurutnya, pendekatan kontekstual semacam itu akan membuat pembelajaran lebih relevan dan efektif bagi peserta didik, sekaligus bisa menjadi model pengembangan bahasa asing yang adaptif terhadap karakter tiap daerah.
Hetifah menegaskan bahwa Komisi X DPR mendukung upaya memperluas penguasaan bahasa asing, selama pemerintah tetap mengedepankan bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa.
“Prinsipnya, kami mendukung kebijakan pendidikan yang memperkuat daya saing global pelajar Indonesia, selama dilakukan dengan perencanaan matang dan tetap menjaga prioritas bahasa Indonesia serta bahasa daerah sebagai identitas bangsa,” tandasnya.
Trending Now