Cerita 2 Ibu di Malang Bisa Hemat Uang Belanja, Gizi Anak Terpenuhi karena MBG
8 Desember 2025 18:54 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Cerita 2 Ibu di Malang Bisa Hemat Uang Belanja, Gizi Anak Terpenuhi karena MBG
Kondisi ekonomi yang pas-pasan itu membuat kedua ibu itu harus pintar-pintar mengatur keuangan. Salah satunya soal uang saku empat anaknya.kumparanNEWS

Di sebuah gang kecil di Kelurahan Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang, Ambar Sri Handayani tinggal satu rumah bersama mertuanya. Ambar memiliki empat anak.
Sehari-hari Ambar lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, kadang menerima pekerjaan freelance sebagai tukang pijat bila ada panggilan. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan.
Kondisi ekonomi yang pas-pasan itu membuat Ambar harus pintar-pintar mengatur keuangan. Salah satunya soal uang saku empat anaknya.
Ambar bersyukur, sejak adanya program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah anak-anaknya, dia bisa sedikit berhemat.
Si bungsu, yang duduk di bangku SDN 3 Madyopuro, sudah tiga bulan menerima menu MBG di sekolahnya.
"Program MBG di sekolah anak saya sudah jalan sekitar 3 bulanan. Alhamdulillah selama ini terbantu dengan program tersebut," kata Ambar, Kamis (20/11).
Sebelum MBG hadir, Ambar mengakui pagi hari selalu menjadi waktu paling sibuk. Menyiapkan bekal dan uang jajan anak.
"Sebelum ada MBG anak saya itu bawa bekal. Jadi sarapan cuma pakai roti dan susu, terus bawa bekal makan atau dibelikan katering senilai Rp 10 ribu ke sekolah," ungkapnya.
Kini, rutinitas itu berubah. Ambar tak lagi pusing memikirkan bekal anak setiap pagi. Pengeluaran yang biasanya mencapai Rp 1.000.000 per bulan bisa dialihkan untuk hal lain,
"Ya Alhamdulillah kalau dihitung, seminggu sekolah anak saya masuk lima kali, sebulan sudah bisa menghemat Rp 1 juta itu dari bekal yang biasanya ia bawa. Alhamdulillah anaknya juga jadi lebih semangat bersekolah," tuturnya.
โSaya berharapnya porsinya ditambah, atau variasi lauknya ditambah, biar lebih bergizi dan mengenyangkan lagi," harapnya.
Iin Juga Bisa Berhemat
Hanya beberapa rumah dari kediaman Ambar, cerita serupa datang dari Iin Lestari. Anak bungsunya, yang bersekolah di SDN Kiduldalem 1, telah menikmati layanan makan bergizi gratis selama lima bulan terakhir.
"Anak saya tiga, yang pertama kan sudah lulus kuliah, yang kedua sudah kerja, yang ketiga ini masih kelas 5 SD. Ya Alhamdulillah ada program MBG ini membantu, menjadi lebih ringan pengeluaran kita," ujar Iin.
Iin bekerja sebagai asisten rumah tangga. Suaminya membuat kursi dari kayu, pekerjaan yang datang hanya ketika ada pesanan.
Pendapatan keluarganya tidak menentu. Karena itu, perubahan kecil dalam pengeluaran rumah tangga terasa sangat berarti. Layanan makan bergizi gratis ini membuat uang saku anaknya berkurang Rp 3.000 per hari, yang bila dijumlahkan Iin bisa menghemat Rp 300.000 setiap bulan.
"Selama ini kan anak saya itu sarapan di rumah, terus saya kasih uang saku Rp 8 ribu. Sejak ada MBG ini dia makannya di sekolah, terus uang sakunya saya kasih Rp 5 ribu, berkurang Rp 3 ribu. Ya lumayan berkurang Rp 300 ribu sebulan, bagi kami ya merasa terbantu sekali segitu," tuturnya.
Yang paling membahagiakan, kata Iin, bukan semata penghematan. Ia melihat perubahan kecil pada anaknya yang lebih bersemangat berangkat ke sekolah, lebih ceria saat bercerita tentang menu makan siang hari itu.
"Alhamdulillah anaknya tambah semangat bersekolah. Ya semoga ditambah porsinya dan variasi lauknya juga," pungkasnya.
