Cerita KSAD soal Rumitnya Bangun Jembatan di Daerah Bencana Sumatera

30 Desember 2025 14:13 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cerita KSAD soal Rumitnya Bangun Jembatan di Daerah Bencana Sumatera
KSAD bercerita mengenai rumitnya pembangunan jembatan di daerah terdampak bencana Sumatera.
kumparanNEWS
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melepas keberangkatan yang membawa bantuan kemanusiaan TNI AD untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: TNI AD
zoom-in-whitePerbesar
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melepas keberangkatan yang membawa bantuan kemanusiaan TNI AD untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: TNI AD
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, bercerita mengenai rumitnya pembangunan jembatan di daerah terdampak bencana Sumatera. Pembangunan sebuah jembatan memerlukan tahapan yang panjang.
Hal itu disampaikan Maruli dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana bersama DPR dan pemerintah di Aceh, Selasa (30/12).
Maruli menjelaskan, pembangunan sebuah jembatan perlu diawali dengan survei. Hal ini dilakukan untuk menentukan jembatan apa yang tepat untuk digunakan.
Warga dan kendaraan melewati jembatan darurat bailey Krueng Tingkeum yang baru selesai dibangun di Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Sabtu (27/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Ada tiga jenis jembatan yang akan digunakan, yakni jembatan bailey, jembatan armco dan jembatan gantung.
"Setelah kami survei, kami cari barang dulu di Jakarta. Jakarta kami kirim ke Aceh. Di Aceh juga sampai turun di pelabuhan mau bergeser ke tempat untuk pengerjaan juga banyak yang terhambat di jalan, ada yang sampai satu minggu," kata Maruli.
Jembatan itu pun tak hanya berasal dari Jakarta. Menurut Maruli, jembatan bailey dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Jadi kami mengumpulkan semua jembatan Bailey se-Pulau Jawa. Bahkan dari PU dari Kalimantan, Kalimantan Timur, dikumpulkan, kirim ke, ada yang harus ke Jakarta dulu, Jakarta kirim lagi ke tempat ke sasaran sampai kami juga mengumpulkan semua dari Pulau Jawa kita dari Lampung kita kirim semua ke atas," papar dia.
Personel TNI-Polri membangun jembatan darurat di Agam, Sumatera Barat. Foto: Bakom RI
Personel TNI-Polri membangun jembatan darurat di Agam, Sumatera Barat. Foto: Bakom RI
Maruli menambahkan, untuk jembatan armco biasanya dipesan langsung dari produsen. Beberapa kali bahkan pembelian dilakukan hingga stok jembatannya habis.
"Untuk armco sampai pabrik-pabriknya itu kita borong semua Pak, habis. Suruh bikin lagi, habis. Udah tiga tahap kita sudah kerjakan. Itupun ya, saya nanti bisik-bisik Bapak aja Pak, itu masih utang," tutur Maruli.
Maruli menjelaskan, sejauh ini, TNI sudah merealisasikan 22 jembatan bailey di seluruh daerah terdampak. Ada pula 14 jembatan bailey lainnya yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, juga ada 39 jembatan armco dari TNI di Aceh.
Menurutnya, akan ada penambahan sebanyak 11 jembatan bailey di Aceh. Jembatan gantung yang sudah ada pun akan ditambahkan lagi.
"Saya juga punya data ada memang ada 400-an lebih di Aceh ini untuk perlu jembatan gantung. Mudah-mudahan ini kalau misalnya tim-tim kita bisa dibentuk lebih banyak nanti mungkin beberapa bulan ke depan bisa kita selesaikan permasalahan jembatan-jembatan ini," jelas dia.
Pimpinan DPR menggelar rapat koordinasi satuan tugas (Satgas) pemulihan pascabencana Sumatera dengan kementerian dan kepala daerah pada Selasa (30/12/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
Rakor ini dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Syamsurijal dan Saan Mustopa.
Selain pimpinan DPR, turut hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Dirut Telkomsel dan PLN.
Trending Now