Cerita Pramono Kesal Lihat Spanduk Partai Tak Dicopot: Ganggu Banget, Bersihin!
3 Desember 2025 14:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
Cerita Pramono Kesal Lihat Spanduk Partai Tak Dicopot: Ganggu Banget, Bersihin!
Pramono menegaskan spanduk, baliho, dan bendera partai tidak boleh dibiarkan terpasang terlalu lama. kumparanNEWS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menceritakan pengalamannya melihat spanduk kampanye yang dibiarkan menggantung berhari-hari di jembatan penyeberangan orang (JPO).
Spanduk itu tak kunjung diturunkan, hingga akhirnya membuat Pramono menelepon Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan untuk mengatasi itu.
“Pokoknya kalau bendera partai apa aja lebih dari dua-tiga hari, udah bersihin aja,” kata Pramono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/12).
Politikus PDIP ini menyinggung spanduk dengan slogan “Bekerja dengan Rakyat” yang sempat bertahan lama di salah satu JPO.
“Kemarin ada spanduk ‘bekerja dengan rakyat’, wajahnya nggak pernah bekerja dengan rakyat tuh,” seloroh Pramono yang disambut dengan tawa.
“Nggak diturun-turunin di jembatan penyeberangan, lama banget. Sampai saya telepon kenapa nggak diturunin. Ganggu banget tiap hari saya lihatin,” lanjutnya.
Pramono menegaskan spanduk, baliho, dan bendera partai tidak boleh dibiarkan terpasang terlalu lama. Pembatasan ini, katanya, berlaku untuk semua partai tanpa pengecualian.
“Dulu, kalau ada acara partai, benderanya itu bisa dipasang sebulan, nggak ada yang nurunin. Benderanya sudah sobek-sobek, sudah jelek banget. Saya bilang sama Kepala Dinas terkait, kepada Satpol PP, sudah nggak boleh lagi,” tegas Pramono.
“Sekarang maksimum 2-3 hari setelah acara, kalau nggak diturunkan, kita yang menurunkan. Mohon maaf, saya juga orang partai, tapi ini mengganggu,” sambung dia.
Ia tetap akan menegakkan aturan meski mendapat protes dari salah satu pihak.
“Kemarin ada yang protes, saya bilang saya harus adil bagi semuanya. Walaupun yang telepon saya Ketua Umum, sahabat saya, saya bilang saya harus adil buat semuanya,” ujar Pramono.
