Cerita Puan di Depan Siswa SMA: DPR Penuh Dinamika, tapi Kompromi Demi Bangsa

6 November 2025 13:36 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cerita Puan di Depan Siswa SMA: DPR Penuh Dinamika, tapi Kompromi Demi Bangsa
Ketua DPR RI Puan Maharani bercerita soal parlemen yang penuh dinamika di depan siswa SMA yang sedang mengikuti acara Parlemen Remaja.
kumparanNEWS
Ketua DPR RI Puan Maharani di acara Parlemen Remaja di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani di acara Parlemen Remaja di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Ketua DPR RI Puan Maharani bercerita soal parlemen yang penuh dinamika di depan siswa SMA yang sedang mengikuti program Parlemen Remaja.
Parlemen remaja adalah program resmi dari DPR RI yang mengajak pelajar-pelajar SMA atau SMK sederajat untuk mengenal lebih dalam tentang proses demokrasi di Indonesia.
Mulanya, Puan berbicara mengenai mekanisme agenda sidang-sidang di DPR. Dari rapat pimpinan (rapim), berlanjut ke rapat badan musyawarah (Bamus) bersama ketua fraksi dari 8 parpol di DPR, hingga akhirnya disepakati agenda-agenda sidang.
β€œJadi memang dinamika politik di DPR ini yang sekarang terdiri dari delapan fraksi, delapan partai di nasional, memang dinamikanya itu ya dari awal sampai sekarang sangat berdinamika,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).
Puan mengungkapkan, di rapim pun dinamikanya sudah mulai terasa bahkan saat perbincangan nonformal. Menurutnya, dinamika di DPR itu akan selalu ada.
Ketua DPR RI Puan Maharani di acara Parlemen Remaja di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Meski begitu, politikus PDIP itu mengatakan, setiap pihak harus bertoleransi dan berkompromi dengan setiap kepentingan masing-masing.
β€œNamanya politik itu tidak bisa mau-maunya sendiri. Namun dalam berpolitik itu kita juga harus bisa melihat semua kepentingan, yang mana kepentingan itu nanti ujungnya harus kita samakan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar dia.
β€œKompromi itu seperti apa? Kompromi secara adil. Ya agar semua kepentingan itu bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Trending Now