Cerita Saksi Temukan Kerangka Alvaro Kiano Tertumpuk Sampah di Bawah Jembatan

25 November 2025 14:27 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cerita Saksi Temukan Kerangka Alvaro Kiano Tertumpuk Sampah di Bawah Jembatan
A.Sunaryo (67) menjadi salah seorang warga sekaligus saksi ketika mayat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan di Jembatan Cilalay, Bogor. Ini kesaksiannya.
kumparanNEWS
Lokasi penemuan jenazah Alvaro Kiano Nugroho di Jembatan Cilalay, Desa Cikadu, Kecamatan Tenjo, Bogor. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penemuan jenazah Alvaro Kiano Nugroho di Jembatan Cilalay, Desa Cikadu, Kecamatan Tenjo, Bogor. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
A. Sunaryo (67) menjadi salah seorang warga sekaligus saksi ketika mayat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan di Jembatan Cilalay, Bogor. Letak rumah dan warung milik Sunaryo berada dekat dengan jembatan. Dia turut serta mencari jenazah Alvaro bersama polisi.
Sunaryo menceritakan temuan mayat Alvaro bermula saat sejumlah polisi mendatangi rumahnya pada Jumat (21/11) sore. Saat itu, polisi datang bersama seorang yang diduga pelaku yakni Alex Iskandar (49), dengan tangan terikat. Polisi lalu memberi tahu sedang mencari mayat Alvaro yang dibuang di sekitar Jembatan Cilalay.
Namun, dikarenakan waktu sudah mau larut malam, pencarian diputuskan mulai dilakukan pada Sabtu (22/11). Ketika itu, Sunaryo mengatakan kepada polisi bahwa mayat Alvaro tak mungkin hanyut di kali yang alirannya tak terlalu deras. Dia meyakini mayat Alvaro tersangkut dan berada di sekitar tumpukan sampah.
"Kata saya ini bersihin sampah ini gak bakalan kelar satu hari, tapi perkiraan saya, saya bilang kali ini kecil mungkin bisa aja nyangkut gak tau agak hilir. Perasan saya sih masih di kali kecil ini (tersangkut)" kata dia saat ditemui kumparan di lokasi, Selasa (25/11).
Lokasi penemuan jenazah Alvaro Kiano Nugroho di Jembatan Cilalay, Desa Cikadu, Kecamatan Tenjo, Bogor. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Sampah yang menumpuk kemudian dibersihkan dan anjing pelacak dikerahkan untuk turut serta mencari. Namun, pencarian pada hari pertama hasilnya nihil. Lalu, pencarian dilanjutkan Minggu (23/11). Saat itulah, mayat Alvaro ditemukan berada di tumpukan sampah paling bawah.
Mayat itu berada dalam kondisi tinggal tulang belulang yang berserakan. Plastik berwarna hitam dan kain yang membungkus mayat pun sudah koyak, diduga ulah hewan buas. Ada ular Piton berukuran besar dan biawak yang masih sering terlihat di sekitar lokasi.
"Ada tengkoraknya, tulang iganya, cuma ya tidak terangkat semua, tidak terbawa semua, ya mungkin ada ketinggalan barangkali karena banyak binatang buas," kata dia.
Sunaryo pun menyebut tulang belulang yang ditemukan tak lengkap. Dia hanya melihat tulang berukuran kecil dan tengkorak kepala yang masih sedikit utuh. Temuan itu kemudian dibawa oleh polisi untuk diperiksa di RS Polri Kramat Jati.
"Ada bagian tulang kering, kebanyakan tulang iga, terus di situ mungkin ya ada juga ya tulang kecil-kecil, saya juga kurang paham seperti kayak tulang-tulang ayam gitu ya, masih kecil ya. Nah terus itu sama tempurung juga, terus kelopak mata semuanya, tengkorak mata juga ya itu komplit, tengkorak belakang ada," jelas dia.
Foto Alvaro Kiano Nugroho, cucunya Tugimin yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Sunaryo mengaku terkejut atas temuan itu. Sebab, dia tak pernah mencium bau bangkai. Padahal, tiap hari, dia sering melewati lokasi ditemukannya mayat Alvaro. Adapun mayat Alvaro diduga sudah dibuang ke sana sejak 8 bulan yang lalu.
"Gak ada bau sama sekali," ujar dia.
Ke depan, Sunaryo mengharapkan pemerintah setempat dapat memasang lampu penerangan jalan untuk dapat mengantisipasi peristiwa serupa. Diharapkan, tak ada lagi kasus pembuangan mayat di sekitar Jembatan Cilalay di kemudian hari.
"Makanya ke pihak yang terkait tolong penerangan jalan. Ini gelap, rawan," kata dia.
Sebelumnya, Alvaro ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di Jembatan Cilalay pada Minggu (23/11). Tak lama berselang, polisi menangkap penculik dan pembunuh Alvaro yakni ayah tirinya, Alex Iskandar.
Alex kemudian dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri di ruangan konseling Polres Metro Jakarta Selatan.
Trending Now