Cerita Warga Soal Pembangunan Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking, Bali
30 Oktober 2025 20:19 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Cerita Warga Soal Pembangunan Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking, Bali
Lift kaca setinggi 182 meter bakal berdiri di tebing Pantai Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. kumparanNEWS

Lift kaca setinggi 182 meter bakal berdiri di tebing Pantai Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Warga sekaligus penjaga pantai berinsial BK (laki-laki, 30 tahun) mengaku galau dengan keberadaan lift kaca ini. Keberadaan lift ini dinilai bisa mempermudah akses ke pantai baik untuk wisatawan dan masyarakat setempat.
Wisatawan yang tak kuat melewati jalur trekking tak perlu memaksa diri alias nekat turun ke pantai dan kembali naik ke tebing sampai melukai diri sendiri.
Warga setempat sering dibuat pusing dengan wisatawan yang terluka karena kecelakaan melewati jalur trekking itu.
"Kalau setuju ya setuju ada lift kaca, kalau ada kejadian kayak tamu enggak bisa naik atau kelelahan bisa pakai lift. Hampir setiap hari ada aja tamu ada kejadiannya. Ada yang kakinya keselo," katanya saat ditemui kumparan di Pantai Kelingking, Kamis (30/10).
"Terus kalau yang tolong, ya kita warga lokal di sini. Kalau enggak ada lift capek banget kita gotong tamunya, lama sekali," imbuhnya.
Jalur Trekking Terjal, Curam dan Sempit
Pantauan kumparan, jalur trekking tebing untuk mengakses pantai memang terjal, curam, dan sempit. Wisatawan harus antre naik dan turun agar tubuh mereka tidak bersenggolan dan jatuh ke jurang.
Wisatawan membutuhkan sekitar 45 sampai 60 menit untuk turun ke Pantai Kelingking dan 45 sampai 60 menit untuk kembali naik ke tebing. Ini belum termasuk mengantre melintas dan mengambil potret sekitar tebing dan pantai.
Pantauan lainnya, sejumlah masyarakat yang mengadakan upacara keagamaan tampak menggunakan tower crane yang dimiliki investor untuk mengakses pantai. Pekerja proyek tampak membantu mereka untuk naik dan turun tower crane.
Hal yang membuat BK tak setuju dengan pembangunan lift kaca ini adalah ada isu kerusakan lingkungan. Berdasarkan informasi yang dia terima, investor lift kaca ini sudah melengkapi izin lingkungan. Menurutnya, ini menjadi salah satu bukti bahwa tak ada lingkungan yang dirusak sedemikian rupa.
"Kalau dia mengeruk tebing baru merusak, mereka ini kan mengecor dasarnya terus tebingnya dibor. Udah ada izin juga informasinya," katanya.
Warga berharap pemerintah rutin mengecek laik operasional lift kaca apabila terealisasi dibangun. Hal ini untuk mencegah terjadinya insiden yang mengakibatkan keselamatan dan keamanan warga atau wisatawan terancam.
Sementara warga lainnya mengatakan keberadaan lift kaca ini diharapkan bisa mempekerjakan masyarakat setempat dan memberikan keuntungan seperti bagi hasil antara investor dengan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, masa tempuh dari atas tebing ke pantai di bawah bisa dipangkas menjadi hanya lima menit, harga untuk mengaksesnya sekitar Rp 500 ribuan.
"Janjinya dulu gitu, masyarakat lokal yang dipekerjakan," kata warga yang tidak mau disebut namanya itu.
Hebohnya pembangunan lift ini sudah sampai ke telinga Gubernur Bali Wayan Koster. Dia meminta Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali mengecek dokumen perizinan proyek pembangunan lift kaca ini.
Politikus PDIP ini minta proyek lift kaca setinggi 128 meter itu ditutup apabila ditemukan pelanggaran.
"Kemarin ada lagi viral lift di Pantai Kelingking Nusa Penida, viral di mana-mana. Saya ditelepon dari mana-mana. Saya minta Pansus TRAP untuk cek dokumen dan cek lapangannya, ada nggak pelanggaran? Kalau ada pelanggaran yang telak, sudah tutup, itu aja," katanya di Kota Denpasar, Kamis (30/10).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klungkung, I Made Sudiarka Jaya, sebelumnya mengaku investor sudah melengkapi sejumlah dokumen perizinan pembangunan proyek lift kaca. Salah satunya izin lingkungan.
Apabila pembangunan lift kaca sudah selesai maka pihak investor wajib mengurus izin sertifikat laik fungsi sebelum lift kaca dibuka untuk publik. Pihak investor rencananya juga bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengoperasionalkan lift kaca.
Menurutnya, tujuan pembangunan lift kaca ini untuk membantu wisatawan mengakses Pantai Kelingking. Para wisatawan selama ini terpaksa menggunakan tangga curam untuk ke pantai.
Proyek senilai Rp 200 miliar itu mulai dikerjakan pada Juli 2023 lalu.
