Dari Desa untuk Negeri, Langkah Nyata Astra Bangun Kesejahteraan Berkelanjutan
24 November 2025 17:25 WIB
Β·
waktu baca 4 menitDiperbarui 12 Desember 2025 17:57 WIB

Dari Desa untuk Negeri, Langkah Nyata Astra Bangun Kesejahteraan Berkelanjutan
Astra menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, sebagai apresiasi bagi generasi muda yang kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitasnya.kumparanNEWS

Dari hamparan pesisir timur hingga perbukitan hijau di ujung barat Nusantara, langkah-langkah anak bangsa yang bertekad memajukan desanya tumbuh menjadi gelombang perubahan besar. Gerak mereka berawal dari tanah kelahiran, dari tempat cerita hidup mereka bermula, dan menjelma menjadi inisiatif yang mengangkat harkat desa-desa di Indonesia.
Perjuangan anak bangsa yang tulus ini pun bertemu dengan komitmen sosial berkelanjutan Astra, membentuk simpul kekuatan yang bergerak bersama untuk mewujudkan kesejahteraan desa yang berkelanjutan.
Melalui empat pilar kontribusi sosial, yakni kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, Astra memperkuat langkah anak bangsa dalam meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses pendidikan dan membuka peluang ekonomi masyarakat desa, serta menjaga keberlanjutan alam sekitarnya.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, mengungkapkan, di balik langkah para anak bangsa, terdapat dampak besar bagi kehidupan masyarakat sekitar. Astra melihat kekuatan ini sebagai energi penting bagi pembangunan sosial berkelanjutan.
βIndonesia memiliki anak-anak bangsa yang bekerja dalam diam tanpa sorotan, namun mengubah kehidupan banyak orang. Mereka adalah bukti bahwa daya juang Indonesia lahir dari desa-desa, dari kepedulian yang tidak pernah padam. Astra merasa bangga menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam memperkuat pengembangan kontribusi sosial berkelanjutan di daerah pedesaan untuk dapat memperluas inisiasi dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitarnya. Astra berharap semangat ini menggugah lebih banyak anak bangsa untuk ikut bergerak bersama membangun hari ini dan masa depan Indonesia," ujar Djony.
Sejak tahun 2010, Astra menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, sebagai apresiasi bagi generasi muda yang menghadirkan kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitasnya. Program ini telah menemukan 792 pemuda inspiratif bangsa dan bersinergi dengan lebih dari 1.500 Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra di 35 provinsi.
Sinergi tiga program unggulan tersebut juga melahirkan kolaborasi yang dijalankan antara Tokoh Penggerak yang memberikan perubahan bagi bangsa. Hingga 2024, rangkaian kontribusi sosial Astra telah menjangkau 2,63 juta penerima manfaat yang tersebar di berbagai daerah.
Pada periode 2020β2024, valuasi ekspor Desa Sejahtera Astra mencapai Rp 349 miliar, menandai peningkatan daya saing produk desa di pasar global. Capaian ini tentu tidak terlepas dari dedikasi para Tokoh Penggerak yang menjadi motor utama pemberdayaan di daerahnya.
Tokoh Penggerak dari Berbagai Penjuru Negeri
Di balik setiap perubahan, ada sosok-sosok yang memilih untuk tidak berpangku tangan. Mereka rela kembali ke akar, merawat tanah kelahiran, dan menyalakan harapan bagi banyak orang di sekitarnya.
1. Petronela Merauje, Penjaga Hutan Perempuan, Enggros, Papua
Dikenal sebagai Mama Nela, Ia menjaga warisan leluhur yaitu Hutan Perempuan, dengan keberanian yang lembut namun tegas. Ia memimpin para ibu untuk membersihkan sampah, menanam mangrove, dan memulihkan hutan adat serta menjadi sumber pangan dan penghasilan.
2. Bernard βOdayβ Langoday, Penggerak Ekosistem Kopi Cikajang, Garut
Oday menjadi sosok coffee sociopreneur yang membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir. Ia menggerakkan lebih dari 4.000 warga, menaikkan produktivitas petani, memperluas pasar, dan menjadikan kopi desa sebagai kebanggaan baru.
3. Priska Yeniriatno, Pencipta Ruang Kedua bagi Perempuan dan Anak Muda, Singkawang
Priska rela meninggalkan kariernya demi membangun rumah batik di Singkawang. Modal awalnya pun sederhana, yakni hanya tabungan dan keberanian. Namun berkat tekadnya, ini Ia berhasil mengelola tiga kampung wisata batik, memberdayakan ibu rumah tangga, hingga pemuda putus sekolah.
4. Zainal Abidin, Penjaga Bentang Alam Karst Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan
Ia terketuk untuk kembali ke kampung halamannya setelah menjadi orang pertama di kampungnya yang berhasil mengenyam pendidikan hingga program doktoral. Zainal melihat peluang di kampung halamannya dan mengajak warga untuk mengunggah keindahan alam karst di media sosial sehingga kini Rammang-Rammang menjadi destinasi yang dikenal dunia.
Seiring pertumbuhan desanya, Ia pun turut menjaga lingkungan dengan memproduksi pupuk organik ramah lingkungan yang berasal dari kotoran kelelawar, serta turut memantau kesehatan masyarakat dengan rutin berkeliling bersama dokter menggunakan perahu jolloro demi memastikan kesehatan masyarakat sekitar.
5. Ritno Kurniawan, Perintis Wisata Nyarai, Sumatra Barat
Ritno mengubah hutan lindung bekas pembalakan sehingga kini menjadi magnet wisata alam yang mendunia dan telah menarik ratusan ribu wisatawan. Dari awalnya hanya lima pemandu, kini berkembang menjadi 150 pemandu, termasuk pemandu bersertifikasi internasional.
6. Dian Banunu, Guru yang Menembus Batas, Takari, Kupang
Setiap pagi Dian rela menumpang truk dengan durasi perjalanan dua jam demi sampai ke sekolah dan mencerdaskan anak-anak bangsa dari di daerah Oesusu, Kupang. Ia telah berhasil membimbing lulusan-lulusan hingga saat ini sudah mampu hidup secara mandiri dengan menjadi pekerja profesional dan wirausahawan.
Seluruh cerita para penggerak ini hadir dalam bentuk kisah dokumenter yang dapat disaksikan melalui YouTube SATU Indonesia. Melalui program ini, Astra ini menjadi jendela harapan sekaligus mengajak lebih banyak anak bangsa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya.
Komitmen Astra untuk terus bergerak bersama para Tokoh Penggerak bangsa di berbagai pelosok negeri juga sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
