Dari Difabel-Atlet Internasional, Wisudawan UT Buktikan Belajar Tak Ada Batasnya

25 November 2025 17:45 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dari Difabel-Atlet Internasional, Wisudawan UT Buktikan Belajar Tak Ada Batasnya
Universitas Terbuka menggelar wisuda untuk mahasiswa Wilayah 3 Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil yang diikuti difabel hingga atlet peraih gelar internasional.
kumparanNEWS
Universitas Terbuka gelar wisuda untuk mahasiswa Wilayah 3 Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan pada Selasa (25/11). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Universitas Terbuka gelar wisuda untuk mahasiswa Wilayah 3 Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan pada Selasa (25/11). Foto: Dok. Istimewa
Pagi di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dimulai dengan langkah-langkah pelan para wisudawan yang datang bersama keluarga mereka. Ada yang membawa anak kecil yang tak lepas dari genggaman tangan, ada yang disambut senyum bangga orang tua yang baru pertama kali menghadiri acara wisuda.
Tanpa sorotan berlebihan, suasana hangat pagi itu menunjukkan satu hal: setiap orang di ruangan tersebut telah menempuh perjalanan panjang dengan cara dan ritme hidupnya masing-masing. Bagi banyak wisudawan, menyelesaikan studi di Universitas Terbuka berarti membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, serta rutinitas yang menuntut ketekunan tinggi. Oleh karena itu, hari wisuda menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik, namun sebagai penanda bahwa komitmen kecil yang dijaga setiap hari akhirnya sampai di garis akhir.
Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar wisuda untuk mahasiswa Wilayah 3 Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil dengan tema "Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang." Tema ini menjadi cerminan semangat UT dalam menyiapkan generasi pembelajar yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.
Sejak pagi, UTCC mulai ramai oleh para wisudawan yang berdatangan bersama keluarga. Sebanyak kurang lebih 1.300-an wisudawan hadir dari berbagai daerah, masing-masing membawa pengalaman dan perjuangan yang berbeda. Ada yang menempuh perjalanan jauh, ada yang datang sambil menggandeng anak-anak mereka yang ikut menyaksikan momen bersejarah itu.
Suasana sederhana namun hangat tersebut menggambarkan bahwa bagi banyak mahasiswa UT, perjalanan akademik adalah bagian dari keseharian yang harus dijalani di tengah pekerjaan dan kehidupan keluarga. Inilah wujud bahwa di UT, kesempatan menempuh pendidikan tinggi dapat diraih siapa saja, kapan saja, dan dalam situasi apa pun.
Sebagai pionir pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia, UT telah memberikan akses belajar bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk maju. Melalui sistem pembelajaran fleksibel dan pemanfaatan teknologi digital, UT terus membuktikan bahwa pendidikan dapat menjangkau hingga ke pelosok negeri dari kota besar hingga daerah terpencil, dari tenaga profesional hingga ibu rumah tangga, dari aparatur negara hingga penyandang disabilitas.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Pembacaan surat keputusan, pengukuhan lulusan, dan persembahan lagu dari mahasiswi UT Makassar berpadu menciptakan suasana haru dan bangga.
Saat nama-nama wisudawan terbaik disebutkan, riuh tepuk tangan memenuhi ruangan. Di antara ratusan toga, ada sosok-sosok yang mencuri perhatian karena dedikasi dan semangatnya yang luar biasa.
UT memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik wilayah 3, Asihon Siallagan, lulusan Program Magister Pendidikan Manajemen dari UT Batam dengan predikat Dengan Pujian. Hal ini menjadi potret nyata semangat belajar tanpa batas usia. Penghargaan juga diberikan kepada Amanda Putri Nugraha dari UT Bandung, sosok inspiratif yang menaklukkan keterbatasan fisik dengan tekad dan ketulusan hatΔ±. Kisah perjuangannya menghadirkan keharuan dan menjadi pengingat bahwa semangat tak pernah mengenal batas.
Sementara itu, Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Pusat turut menebar apresiasi bagi sejumlah wisudawan yang menorehkan kisah inspiratif dari berbagai wilayah. Di antaranya Asihon Siallagan sebagai Lulusan Terbaik Wilayah 3 Program Magister (S2), Amanda Putri Nugraha sebagai Wisudawan Berdedikasi (Difabel-Tunadaksa), serta Komang Ayu Cahya Dewi dari UT Denpasar yang dengan prestasinya sebagai Runner Up Uber Cup 2024, Badminton World Federation Internasional, Medali Perunggu Bulu Tangkis Tunggal Sea Games 2023, Medali Perak Bulu Tangkis Beregu Putri Sea Games 2023.
Tak ketinggalan, Vina Yuniar dari UT Bandung dan Gilang Hakim Ramadana dari UT Surabaya yang juga menerima penghargaan sebagai Wisudawan Berdedikasi penerima Beasiswa SNMPTN dan Beasiswa KIPK. Deretan penghargaan dari IKA UT Pusat ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat juang, ketekunan, dan dedikasi para wisudawan yang merepresentasikan nilai-nilai lifelong-learning dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar UT.
Dalam momen tersebut juga berlangsung momen haru yaitu penyerahan Ijazah kepada perwakilan wisudawan yang sudah wafat kepada orang tua. Adapun wisudawan tersebut ialah Muhamad Ihsan Nurjaman asal UT Serang Program Studi Ilmu Komunikasi. Penyerahan ini dilakukan oleh Rektor UT didampingi oleh Direktur UT Serang, Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum.
Mahasiswa Wilayah 3 Universitas Terbuka saat mengikuti wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan pada Selasa (25/11). Foto: Dok. Istimewa
Momen wisuda juga menjadi penanda babak baru dalam perjalanan para lulusan. Setelah resmi dikukuhkan, para wisudawan diresmikan menjadi bagian dari keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT). Seremoni penyerahan alumni ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara UT dan para alumninya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan negeri.
Di tangan para lulusan Universitas Terbuka Wilayah 3, tema "Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang" menemukan makna sejatinya. Mereka bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga semangat untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan memberi arti bagi sesama.
Kiprah para wisudawan menjadi cerminan dari nilai-nilai UT-terbuka, mandiri, dan tangguh-yang mengakar kuat di setiap langkah mereka. Di akhir rangkaian kegiatan, suasana UTCC kembali penuh oleh langkah-langkah pelan yang tadi pagi datang dengan penuh harap.
Bedanya, kini setiap wisudawan membawa satu hal tambahan: keyakinan bahwa apa pun kesibukan, pekerjaan, atau alur hidup yang mereka jalani, ruang untuk belajar selalu adaβ€”selama ada kemauan untuk terus bergerak maju. Dimulai di titik itulah, UT kembali menjalankan perannya: memastikan setiap perjalanan pendidikan, betapa pun uniknya, tetap menemukan ruang untuk tumbuh.
Trending Now