Dasco Dorong Pemerintah Bentuk Badan Khusus Selesaikan Konflik Agraria

2 Oktober 2025 17:29 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dasco Dorong Pemerintah Bentuk Badan Khusus Selesaikan Konflik Agraria
Dasco mendorong badan khusus agraria ini berada di bawah presiden langsung.
kumparanNEWS
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keterangan saat bertemu dengan sejumlah elemen mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keterangan saat bertemu dengan sejumlah elemen mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Pimpinan DPR menerima audiensi dari Koalisi Nasional Reforma Agraria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). Koalisi masyarakat diterima oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Syamsurijal.
Selain pimpinan DPR, turut hadir pula Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dalam audiensi tersebut.
Dalam audiensi tersebut, DPR menerima aspirasi dari koalisi masyarakat terkait reforma agraria.
β€œTeman-teman dari koalisi reforma agraria sama dengan beberapa organisasi yang lalu-lalu dalam memperjuangkan reforma agraria itu memberikan beberapa aspirasi kasus-kasus agraria terutama belum terselesaikan,” kata Dasco.
Audiensi Pimpinan DPR dan perwakilan Konsorsium Pembaruan Agraria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025). Foto: YouTube/ DPR RI
Dasco menyebut, DPR juga telah membentuk panitia khusus (pansus) terkait reforma agraria. Di sisi lain, pihaknya juga mendorong agar pemerintah bisa segera membentuk badan nasional khusus untuk mengatasi permasalahan agraria.
β€œKemudian DPR akan mendorong pemerintah membentuk badan penyelesaian masalah-masalah agraria yang langsung di bawah presiden,” tuturnya.
Selain itu, Dasco juga mengungkapkan, DPR mendukung agar peta tentang agraria dibuat terpusat agar tidak ada perbedaan data yang malah membuat sulit dalam perumusan kebijakan.
β€œOleh karena itu tadi yang pertama kita sama-sama mendukung kebijakan satu peta supaya penentuan titik-titik koordinat tentang hutan dan lain-lain itu menjadi satu,” tutup dia.
Trending Now