Demo DPR Berujung Ricuh: Ada Pelajar dari Cikarang, Cibinong, Hingga Sukabumi

26 Agustus 2025 16:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo DPR Berujung Ricuh: Ada Pelajar dari Cikarang, Cibinong, Hingga Sukabumi
Para pelajar ini datang dari tempat-tempat yang jauh itu, mengaku ke Jakarta dengan uang pribadi mereka.
kumparanNEWS
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Polda Metro Jaya memberi keterangan usai melakukan penangkapan ke sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi demo berujung ricuh. Dari pendataan mereka, 196 orang pelajar yang diamankan akibat demo ricuh, beberapa dari mereka berasal dari luar Jakarta.
"Anak-anak ini berasal dari Depok, Bogor, Bekasi, ada Sukabumi juga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/8).
Menurut Ade Ary, mereka datang usai melihat informasi dari media sosial. Mereka lalu berdatangan ke lokasi demo dan turut serta dalam aksi yang berujung ricuh tersebut.
"Setelah dilakukan pendalaman, mereka datang karena ajakan dari media sosial mohon jadi perhatian kita bersama, sama-sama kita awasi, pihak bermedsos," kata Ade Ary.
Sementara itu, Komisioner KPAI Sylvana Maria Apituley menyebut mereka rela mengeluarkan uang sendiri untuk berangkat ikut demo itu.
"Ada yang dari Cikarang, dari Cibitung, dari Cibinong dari tempat-tempat yang jauh, mereka bilang uang mereka sendiri," kata Sylvana.
Bagi Sylvana, ini adalah sebuah fenomena masalah yang harus dituntaskan polisi. Bagaimana anak-anak itu mau turun ke jalan dan terlibat kericuhan yang mengganggu keamanan.
"Kami berharap, bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap secara tuntas pola-pola ini dan menemukan akar masalahnya minimal dari sudut pandang penegakan hukum, mengapa? Sebab tentu saja kita semua tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi karena ini merampas hari-hari terbaik anak-anak hari ini dan merampas masa depan mereka," tutup Sylvana.
Trending Now