Demo Gen Z di Maroko Masuk Hari Ke-9, PM Aziz Akhannouch Dituntut Mundur
6 Oktober 2025 10:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Demo Gen Z di Maroko Masuk Hari Ke-9, PM Aziz Akhannouch Dituntut Mundur
Demo yang dipelopori Gen Z di Maroko masuk haru ke-9 pada Minggu (5/10). Mereka menuntut pemberantasan korupsi dan perbuahan pemerintahan.kumparanNEWS

Demo yang dipelopori Gen Z di Maroko memasuki hari ke-9 pada Minggu (5/10). Mereka menuntut pemberantasan korupsi dan perubahan pemerintahan.
Sampai sekarang pemimpin gerakan yang diberi nama Gen Z 212 ini masih samar. Demo di negara belahan Afrika bagian utara itu pecah sejak 27 September 2025.
Selama sembilan hari, demonstran turut meminta reformasi pada sistem layanan sosial, terutama kesehatan dan pendidikan. Demonstran juga menumpahkan kemarahan pada ketidakadilan sosial di Maroko.
Pada Minggu ini demo tak cuma pecah di Ibu Kota Rabat. Unjuk rasa menular di kota besar di Casablanca hingga Tetouan.
Khusus di Casablanca, tuntutan utama demonstran adalah meminta PM Aziz Akhannouch mundur.
Sedangkan di Ibu Kota Rabat, seruan pemerintah korup menggema di berbagai sudut tempat unjuk rasa berlangsung.
βReformasi di sektor kesehatan dan pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Kami menyadari hal ini akan membutuhkan waktu, tetapi kami harus memulainya dari suatu tempat," ucap salah seorang demonstran bernama Imran, 20 tahun, seperti dikutip dari Reuters.
Tiga Tewas
Sejak pertama kali demo berlangsung, Gen Z 212 menyatakan unjuk rasa akan berlangsung damai. Gerakan Gen Z 212 memiliki 180 ribu anggota di Discord.
Kendati demikian, berbagai laporan mengungkap sejumlah demo di Maroko kerap berujung rusuh.
Otoritas Maroko kemudian mengumumkan sebanyak tiga terbunuh oleh aparat keamanan.
Otoritas Maroko berdalih terbunuhnya tiga demonstran adalah bagian mempertahankan diri yang legal. Sebab, massa pendemo mencoba menyerang sebuah stasiun di dekat kota Agadir.
Maroko adalah negara kerajaan. Raja Mohammed VI adalah kepala negara, sedangkan kepala pemerintahan dipegang PM.
