Demo Gen Z di Peru Berujung Rusuh, Tuntut Presiden Dina Boluarte Mundur

22 September 2025 15:32 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo Gen Z di Peru Berujung Rusuh, Tuntut Presiden Dina Boluarte Mundur
Aksi kali ini imbas demo berujung rusuh sehari sebelumnya.
kumparanNEWS
Seorang pengunjuk rasa mengangkat plakat selama protes terhadap pemerintahan Presiden Peru Dina Boluarte di Lima, Peru, Minggu (21/9/2025). Foto: Sebastian Castaneda/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pengunjuk rasa mengangkat plakat selama protes terhadap pemerintahan Presiden Peru Dina Boluarte di Lima, Peru, Minggu (21/9/2025). Foto: Sebastian Castaneda/REUTERS
Ratusan demonstran anti-pemerintah di Peru kembali turun ke jalan pada Minggu (21/9) waktu setempat. Aksi kali ini imbas demo berujung rusuh sehari sebelumnya.
Kejadian pada Jumat lalu menyebabkan 18 orang terluka. Mereka yang jadi korban termasuk polisi dan jurnalis.
Demo anti-pemerintah di Peru diinisiasi oleh Gen Z. Tujuan demo adalah melengserkan Presiden Dina Boluarte.
Personel polisi berkumpul dalam aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Peru Dina Boluarte di Lima, Peru, Minggu (21/9/2025). Foto: Sebastian Castaneda/REUTERS
Unjuk rasa pada Minggu ini digelar di pusat Ibu Kota Lima. Polisi dikerahkan di berbagai titik utama di Lima.
Sebelum demo besar ini, berbagai aksi rusuh skala kecil pecah di Peru akibat maraknya pemerasan dan kejahatan terorganisir di sana.
Kondisi diperparah dengan jajak pendapat menunjukkan warga menuduh Pemerintah Boluarte dan kongres yang dikuasai konservatif melakukan tindak korupsi.
Presiden Peru Dina Boluarte memberi isyarat saat konferensi pers di istana pemerintah setelah pernyataannya kepada kantor kejaksaan, di Lima pada 05 April 2024. Foto: STRINGER / AFP
Pada demo Minggu malam ini, massa melempari polisi dengan batu dan molotov. Tindakan itu dibalas dengan tembakan gas air mata.
"Saya sangat marah, saya merasa benar-benar disesatkan oleh pemerintah ini dan Kongres ini yang melayani partai-partai politik," kata salah seorang demonstran Xiomi Aguilar, seperti dikutip dari Reuters.
Aguilar menyatakan, parpol-parpol berkuasa di Peru adalah mafia yang mengakar di negara Amerika Latin tersebut.
Kemarahan serupa disampaikan seorang demonstran berusia 18 tahun Jonathan Esquen.
β€œProtes adalah awal dari sebuah kebangkitan, karena orang-orang akhirnya menyadari bahwa kaum muda lebih aktif di media sosial dan di arena politik,” ucap Esquen. Dalam demo ini, bendera One Piece juga turut berkibar.
Trending Now