Demo Hari Tani di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup

24 September 2025 14:21 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo Hari Tani di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup
Aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional digelar sejumlah organisasi buruh, tani, dan mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).
kumparanNEWS
Pengunjuk rasa membawa poster aspirasi saat aksi Hari Tani Nasional ke-65 di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/9/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjuk rasa membawa poster aspirasi saat aksi Hari Tani Nasional ke-65 di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/9/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
Aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional digelar sejumlah organisasi buruh, tani, dan mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).
Sebagian massa aksi terlihat mengenakan caping dan membawa hasil panen. Mereka menuntut pemerintah membubarkan monopoli tanah serta mencabut Undang-Undang Cipta Kerja.
β€œKami bersama dengan kawan-kawan dari AGRA, Aliansi Gerakan Reforma Agraria dan berbagai organisasi masyarakat lainnya, memperingati Hari Tani Nasional. Bagi GSBI khususnya mempunyai kepentingan dan memberikan satu pesan terhadap pemerintah, di mana lahirnya industri sejak era Orde Baru sampai dengan sekarang telah mengalami deindustrialisasi yang pesat,” kata Bagus Santoso, massa dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).
Aksi petani cor badan saat demo buruh di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ia menegaskan, tuntutan utama massa aksi adalah pembubaran monopoli tanah oleh perusahaan asing serta pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja.
β€œYang pertama, bubarkan monopoli atas tanah yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing dan juga kaki tangannya. Dan yang kedua, segera cabut Undang-Undang Cipta Kerja dan lahirkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru untuk buruh Indonesia yang lebih bermartabat,” ujar Bagus.
Selain orasi, aksi juga diwarnai dengan teatrikal cor badan yang akan dilakukan sembilan petani asal Riau. Salah satunya Ridwan, pimpinan kelompok tani yang pernah dipenjara sembilan tahun karena memperjuangkan hak petani.
Suasana aksi demo buruh memperingati Hari Tani Nasional 2025 di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
β€œAksi cor badan merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah bahwa pemerintah dari periode ke periode tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan agraria di Indonesia, terkhususnya di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu,” kata Betran Sulani, Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) DKI Jakarta.
Betran menambahkan, aksi itu baru akan berhenti bila pemerintah mengakomodasi tuntutan mereka.
β€œTuntutan kami mau ketemu dengan Prabowo agar Prabowo mendengarkan langsung persoalan petani. Dan aksi cor badan akan tetap berlangsung sembari menunggu hasil rapat yang dilakukan bersama istana negara,” ujarnya.
Suasana lalu lintas Jalan Medan Merdeka Selatan saat demo buruh di Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Selain itu, massa juga menghadirkan patung tikus sebagai simbol kritik terhadap birokrasi.
β€œPatung tikus itu sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah. Bahwa hari ini di masa pemerintahan dari periode ke periode selalu saja ada birokrasi-birokrasi korup,” kata Betran.
Aksi unjuk rasa dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga sore. Polisi masih melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi hingga demonstrasi selesai.
Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup dan dijaga barikade polisi, sementara arus lalu lintas di Jalan Agus Salim hingga Kebon Sirih macet total.
Trending Now