Demonstran Bakar Ban Mobil dan Rambu Lalu Lintas di Depan Kantor PT Timah Babel

6 Oktober 2025 14:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstran Bakar Ban Mobil dan Rambu Lalu Lintas di Depan Kantor PT Timah Babel
Demonstran mulai membakar ban mobil bekas dan rambu lalu lintas di sekitar pintu masuk Kantor PT Timah, Senin (6/10).
kumparanNEWS
Aksi demonstrasi di depan pintu masuk kantor PT Timah, Senin (6/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aksi demonstrasi di depan pintu masuk kantor PT Timah, Senin (6/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
Demonstran mulai membakar ban mobil bekas dan rambu lalu lintas di sekitar pintu masuk Kantor PT Timah, Senin (6/10). Massa menuntut menaikkan harga beli timah dari penambang rakyat.
Mereka juga menyoroti Satuan Tugas (Satgas) Nanggala bentukan PT Timah dan Satgas Halilintar yang dibentuk pemerintah. Kedua tim ini bertugas menertibkan aktivitas tambang timah yang diduga ilegal di Provinsi Bangka Belitung.
Awalnya aksi berlangsung kondusif. Namun massa mulai merangsek masuk ke perusahaan hingga kondisi semakin tidak kondusif. Aparat lalu menembakkan gas air mata ke arah demonstran.
Aksi demonstrasi di depan pintu masuk kantor PT Timah, Senin (6/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
Massa kemudian mundur dan kembali beraksi pukul 13.00 WIB Mereka membakar ban dan melemparkan botol ataupun gelas air mineral ke arah gerbang PT Timah. Suara letusan gas air mata yang diiringi semprotan water cannon membuat demonstran berlarian menjauh dari lokasi.
Sebagian dari massa aksi ini berlarian menuju arah jalan utama Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.
Masih di sekitar lokasi, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, sejumlah fasilitas umum turut dirusak massa. Demonstrasi dan kericuhan masih terjadi hingga saat ini.
Salah satu demonstran dikabarkan mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan batu dari sesama demonstran.
"Kami aksi damai. Karena banyaknya massa, massa dibubarkan dengan tembakan gas air mata berulang kali, hingga kami kembali mundur," kata salah satu demonstran yang enggan disebutkan namanya.
Trending Now