Dengan Bantuan Rusia, Korut Akan Bangun Lagi Kapal Perusak Berbobot 5.500 Ton

22 Juli 2025 11:46 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dengan Bantuan Rusia, Korut Akan Bangun Lagi Kapal Perusak Berbobot 5.500 Ton
Korut berencana membangun kapal perusak tambahan berbobot 5.500 ton untuk angkatan lautnya.
kumparanNEWS
Uji coba penembakan sistem persenjataan kapal perang baru di Korea Utara, Rabu (30/4/2025). Foto: KCNA/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba penembakan sistem persenjataan kapal perang baru di Korea Utara, Rabu (30/4/2025). Foto: KCNA/via REUTERS
Angkatan Laut Korea Utara berencana membangun kapal perusak tambahan berbobot 5.500 ton. Sebelumnya, Korut meluncurkan dua kapal perusak serupa tahun ini.
Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un, berjanji meningkatkan kapasitas angkatan laut negaranya. Pada April lalu, Kim memimpin peluncuran kapal perusak berbobot 5.500 ton pertama yang diberi nama Choe Hyon.
Dikutip dari AFP, Selasa (22/7), militer Korsel mengatakan kapal itu kemungkinan dikembangkan dengan bantuan Rusia. Bantuan itu kemungkinan sebagai imbalan pengerahan ribuan pasukan Korut untuk membantu Rusia berperang melawan Ukraina.
Kim juga meluncurkan kapal perusak Kang Kon pada Mei lalu. Namun, peluncuran kapal itu gagal sehingga harus diperbaiki dan kembali diluncurkan pada Juni lalu.
Pekerja di Galangan Kapal Nampho dalam sebuah rapat umum berjanji akan menyelesaikan kapal perang baru pada 10 Oktober tahun depan. Diberitakan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), tanggal 10 Oktober merupakan hari peringatan berdirinya Partai Buruh Korut.
Korut sekarang membangun 'Kapal Perusak Kelas Choe Hyon No. 3' yang digambarkan sebagai 'kapal perang yang kuat'.
Manajer Galangan Kapal Nampho mendesak para pekerja untuk memenuhi tenggat waktu konstruksi guna menegakkan rencana partai untuk membangun militer yang kuat.
"Dan untuk mempertahankan kedaulatan maritim dan kepentingan nasional yang tak tergoyahkan," kata KCNA.
Sementara itu, Presiden Korsel yang baru Lee Jae-myung menjanjikan pendekatan yang lebih lunak terhadap Korut.
Pendekatan yang lunak itu dimulai dengan menghentikan siaran propaganda lewat pengeras suara di sepanjang perbatasan. Propaganda itu dimulai tahun lalu menanggapi balon berisi sampah yang diterbangkan ke Korsel dari Pyongyang.
Sebagai respons, Korut juga mengakhiri siaran propagandanya. Mereka sebelumnya menyiarkan suara-suara aneh dan menakutkan ke arah Korsel.
Trending Now