Densus 88 Sosialisasi Pencegahan Terorisme kepada Siswa Sekolah Rakyat di Aceh

21 November 2025 23:33 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Densus 88 Sosialisasi Pencegahan Terorisme kepada Siswa Sekolah Rakyat di Aceh
Densus 88 sosialisasikan pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme kepada siswa SRMA 1 Aceh Besar, menekankan kewaspadaan dini dan peran pelajar sebagai agen pencegahan.
kumparanNEWS
Densus 88 menggelar sosialisasi kepada seratus siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar pada Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Densus 88 menggelar sosialisasi kepada seratus siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar pada Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Kemensos
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Markas Besar (Mabes) Polri terus memperkuat kewaspadaan dini terhadap intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di kalangan pelajar. Tim Pencegahan Satgaswil Aceh menggelar sosialisasi kepada seratus siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar pada Jumat (21/11).
β€œKita memberikan sosialisasi tentang bagaimana melakukan pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Saat ini anak-anak menjadi sasaran utama kelompok teror dalam perekrutan mereka, apalagi dari sejak sekolah,” ujar Kasatgaswil Aceh Densus 88 Antiteror Polri melalui Katim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88, Ipda Said Martunis.
Ia mencontohkan kasus ledakan di SMA 72 Jakarta sebagai bukti penyebaran paham radikal yang masif melalui platform digital. Karena itu, pengenalan mendalam IRET yang langsung menyentuh pelajar penting dilakukan sebagai langkah preventif.
Densus 88 menggelar sosialisasi kepada seratus siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar pada Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Kemensos
β€œMateri yang dibawakan (yakni) bagaimana cara mencegah paham itu, modus-modus perekrutannya dan apa saja sarana dan sasaran pelaku teror. Materi diberikan untuk membentengi siswa-siswi ini,” kata Said.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dinilai efektif dan selaras dengan agenda pencegahan IRET yang dijalankan Mabes Polri.
β€œKita memilih Sekolah Rakyat karena sekolah ini (program) dari pusat dan kami rasa lebih efektif. Memang kita tidak hanya ke Sekolah Rakyat, tapi juga ke sekolah-sekolah yang ada di Aceh,” jelas Said.
Said berharap para siswa dan guru dapat menyebarkan pesan pencegahan ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
β€œKita tidak tahu mungkin di sekitaran kita atau di keluarga sudah ada yang terpapar paham intoleransi atau radikalisme. Biarkan mereka (para siswa) ini jadi agen kita untuk menyampaikan sosialisasi pencegahan paham IRET ini,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pencegahan juga membutuhkan partisipasi luas masyarakat.
β€œDensus 88 tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan seluruh unsur,” kata Said.
April (15), salah satu siswi SRMA 1 Aceh Besar yang mengikuti kegiatan, mengaku mendapatkan banyak hal baru dari materi sosialisasi tersebut.
"Tadi diberikan pengetahuan tentang terorisme dan radikalisme serta akibat fatal yang ditimbulkan, itu perbuatan yang salah. (Setelah) masuk Sekolah Rakyat saya baru dapat sosialisasi itu," kata dia.
Trending Now