Detik-detik Kepala Cabang Diculik Lalu Dibuang ke Semak-semak di Bekasi

17 November 2025 16:46 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Detik-detik Kepala Cabang Diculik Lalu Dibuang ke Semak-semak di Bekasi
Saat dibuang ke semak-semak di Bekasi, Ilham diketahui masih dalam keadaan hidup. Akhirnya ia tewas dalam kondisi terikat.
kumparanNEWS
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Ilham Pradipta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Ilham Pradipta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penculikan kepala cabang sebuah bank, Muhammad Ilham Pradipta (37) hingga ditemukan tewas.
Rekonstruksi yang digelar Senin (17/11) itu mengungkap detik-detik saat Ilham diculik, dianiaya, hingga dibuang dengan tangan dan kaki terikat.
Korban dilepas begitu saja di lahan kosong. Tubuhnya diseret, lalu dilemparkan ke rimbunan ilalang sebelum para pelaku kabur berganti pakaian dan nongkrong di kafe seolah tak terjadi apa-apa.
Ada 57 adegan yang diperagakan ke-17 orang tersangka dalam rekonstruksi tersebut. Ilham diculik lalu dimasukkan ke dalam mobil pelaku di adegan ke-33.
โ€œPertambahan dari beberapa adegan terkait pemindahan korban dari mobil Avanza ke Fortuner, pemberian uang ke eksekutor, ada keterangan tersangka berbeda,โ€ ujar penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Iptu Tugiano, saat dikonfirmasi.
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Ilham Pradipta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Peristiwa itu merupakan bagian dari rangkaian panjang penculikan yang dimulai sejak Ilham disergap di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Timur. Lima tersangka Erasmus Wawo, Andre Tomatala, Johannes Ronald Sebenan, Emanuel Woda Bertho, dan Reviando bergerak menggunakan Avanza putih, sementara anggota TNI Feri bersama Serka Frengky Yaru memakai Calya yang memimpin perjalanan menuju Lotte Mart.
Di perjalanan, Avanza sempat berhenti agar Erasmus bisa menutup dua digit pelat nomor dengan lakban hitam. Setibanya di lokasi, Ilham berjalan menuju mobilnya dan Kopda Feri mengabarkan bahwa target telah tiba.
Erasmus dan Andre langsung turun, memaksa Ilham masuk ke Avanza. Korban berontak, namun Reviando menarik kerah bajunya, Andre memegang sisi kiri tubuhnya, dan Erasmus menutup mata serta mulut korban dengan lakban.
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Ilham Pradipta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Begitu Avanza melaju, Erasmus memberi tahu Feri bahwa korban sudah diambil. Saat melintas di depan Kodam Jaya, Ilham kembali meronta. Erasmus memukul paha korban tiga kali dan menghantam jidatnya sambil mengancam. Di titik itulah, menurut rekonstruksi, Erasmus sempat menenangkan korban dengan ucapan, "Jangan ngelawan, kamu mau diantar balik," ucap Erasmus kepada korban.
Korban kembali ditekan menggunakan lutut. Erasmus lantas menghubungi Feri dan sepakat bertemu di Kemayoran. Di sana, Avanza berisi korban bertemu Fortuner hitam yang dikemudikan tersangka Umri dan ditumpangi Johanes Joko serta Mochamad Nasir, keduanya anggota TNI.
Nasir mengusulkan agar korban diputar-putar dulu ke Tanjung Priok, namun Erasmus menolak karena semakin lama korban ditahan, semakin berisiko.
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Ilham Pradipta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Tangan korban kemudian diikat. Erasmus memanggil Johanes Joko untuk membantu memindahkan Ilham. Saat itu Ilham sempat berteriak, โ€œTolong, ini penculikan,โ€ namun mulutnya kembali ditutup.
โ€œKorban terdiam di bagian tengah mobil dengan posisi miring, telungkup, tidak bergerak dan tidak melawan lagi, namun sesekali terdengar suara korban mengerang atau mengorok dan korban masih terlihat menggerakkan lengan,โ€ ujar penyidik saat membacakan reka ulang adegan.
Ia juga ditendang dua kali di paha sebelum pintu mobil ditutup. Setelah pemindahan, Kopda Feri menyerahkan uang Rp 45 juta kepada Erasmus sebagai bayaran penculikan, lalu dibagi kepada lima eksekutor.
Di dalam Fortuner, kondisi Ilham melemah. Ia diletakkan di bawah depan kursi tengah dalam keadaan terikat, diinjak, dan lehernya dililit handuk oleh Serka Nasir.
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Ilham Pradipta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Perjalanan menuju arah Cikarang berlanjut dengan pergantian sopir kepada David Setia Darmawan. Sekitar pukul 00.30 WIB, mereka tiba di lahan kosong di Kabupaten Bekasi.
Nasir melilitkan lagi handuk ke leher korban, menyeret tubuhnya keluar, lalu melemparkannya ke semak-semak.
Saat ditanya kondisi korban saat dibuang apakah masih hidup atau tidak, Nasir menjawab dingin โ€œKalau itu saya kurang tahu," ucapnya.
Usai membuang korban, para pelaku menuju SPBU untuk berganti pakaian. Mereka kemudian berkumpul di kafe di kawasan Cibubur bersama Anton, Dwi Hatono, Rochmat, Johanes Joko, dan Nasir, membahas bahwa penculikan tak berjalan sesuai rencana.
Di tengah obrolan, Dwi menerima telepon dari Ken yang memberitahu bahwa korban telah ditemukan meninggal dan kabarnya viral. Mendengar itu, Joko langsung mengambil ponselnya dan membuangnya.
Trending Now