Di Hardiknas, SMAN 1 Bandung Berkabung

2 Mei 2025 19:04 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Di Hardiknas, SMAN 1 Bandung Berkabung
Itulah raut berkabung di wajah sekolah yang beralamat di Jalan Dago atau Ir H Juanda nomor 93, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Jumat, 2 Mei 2025, di Hari Pendidikan Nasional ini.
kumparanNEWS
Sejumlah karangan bunga di depan SMAN 1 Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah karangan bunga di depan SMAN 1 Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Kain hitam menutupi dua pilar gerbang SMAN 1 Bandung. Tulisan "selamatkan sekolah", "not for sale", hingga jejeran karangan bunga menghiasinya.
Itulah raut berkabung di wajah sekolah yang beralamat di Jalan Dago atau Ir H Juanda nomor 93, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Jumat, 2 Mei 2025, di Hari Pendidikan Nasional ini.
Kepala Sekolah SMAN 1 Bandung, Tuti Kurniawati, menjelaskan paras duka itu sengaja dipasang di area depan sekolah oleh warga sekolah, sebagai ungkapan kecewa atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan Perkumpulan Lyceum Kristen pada sidang gugatan hak guna lahan sekolah mereka.
Pihak sekolah mengizinkan, kata dia, asal ekspresi yang ditampilkan nihil dari kata-kata tak patut dan SARA. Ia mempertimbangkan pengungkapan ekspresi itu, ketimbang siswa mesti turun demonstrasi ke jalan.
โ€œKami tetap menghormati apa pun putusan hakim seperti itu walaupun memang kami sangat kecewa. Oleh karena kami memahami kekecewaan anak-anak dan seluruh warga sekolah kami memfasilitasi apabila mereka ingin menyuarakan aspirasinya,โ€ ujarnya.
Sejumlah karangan bunga di depan SMAN 1 Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Dekorasi tersebut terpasang sejak pekan lalu. Adapun yang terlibat ialah siswa-siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) seni lukis sekolah yakni Cakrawala dan ekskul pecinta alam Gideon. Tak hanya para siswa aktif, Tuti menyebut para alumni turut terlibat, dengan antusiasme yang tinggi.
โ€œAlhamdulillah kondusif anak-anak menyampaikannya sesuai kapasitas mereka sebagai pelajar. Kemudian juga menyampaikan aspirasinya dalam bentuk kreativitas. Ada yang puisi, ada yang nyanyian, ada yang poster, ada yang melalui orasi, bahkan ada yang seperti ini di gerbang,โ€ tuturnya.
โ€œHanya saja kami menghargai, enggak apa-apa silakan gitu ya daripada anak-anak aspirasinya tidak terekspresikan, kemudian juga menjadi anarkis atau terprovokasi gitu ya. Kami sangat menghargai, silakan. Dan ini tematik ya, tidak permanen,โ€ ujar Tuti.
Dia juga menyatakan bahwa kondisi saat ini, tidak mengganggu kondusivitas belajar.
Siswa SMAN 1 Bandung merayakan Hari Kartini di lapangan sekolah, pada Senin (21/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
Sementara itu, disinggung soal dekorasi yang terpasang itu, Ketua Ekskul Cakrawala SMAN 1 Bandung menjelaskan bahwa semua itu bentuk ekspresi, penegasan, sekaligus sikap.
โ€œKarena memang vibes-nya juga sangat berduka cita gitu dengan warna hitam. Ada tulisan not for sale itu tuh bahwa SMANSA itu nggak diperjualbelikan bahwa ini tuh milik negara,โ€ ujar siswi kelas 11 itu.
Adapun soal urusan hukum perkara lahan ini, Biro Hukum Jawa Barat, yang mewakili Dinas Pendidikan Jawa Barat, sebagai salah satu tergugat, ini diketahui bakal melayangkan banding atas putusan PTUN.
SMAN 1 Bandung. Foto: Instagram/@selawe.salawe
Trending Now