Dindikbud Tangsel Selidiki Dugaan Bullying Siswa SMP hingga Dirawat di RS
10 November 2025 16:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
Dindikbud Tangsel Selidiki Dugaan Bullying Siswa SMP hingga Dirawat di RS
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel tengah menyelidiki dugaan kasus bullying tersebut.kumparanNEWS

Salah satu siswa SMP Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berusia 13 tahun diduga menjadi korban perundungan atau bullying teman sekelasnya.
Dugaan aksi bullying itu dikabarkan terjadi di dalam kelas saat jam istirahat sedang berlangsung.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel tengah menyelidiki dugaan kasus bullying tersebut.
“Dari awal sudah kita tangani, kita dampingi. Ini kejadiannya tanggal 20 Oktober, sudah kami mediasi masing-masing orang tua,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, Senin, (10/11).
Deden mengaku belum mengetahui secara detail bagaimana dugaan aksi bullying itu berlangsung. Saat ini Dindikbud Tangsel fokus menangani korban yang masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.
“Kepala sekolah sama Pak Kabid sudah berkunjung ke rumah orang tuanya. Untuk menanyakan dan memastikan kondisi seperti apa si anak tersebut,” ujarnya.
Deden mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi di seluruh fasilitas sekolah buntut adanya kejadian tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat pengawasan agar kejadian pembullyan tidak kembali terulang di lingkungan pendidikan.
“Kalau pengawasan kan kita tetap berjalan, kegiatan-kegiatan yang sifatnya preventif sudah berjalan,” pungkasnya.
Dugaan Bullying
Sebelumnya, kakak korban, Rizky, mengatakan adiknya diduga sudah mendapatkan aksi bullying beberapa kali sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Puncak dugaan aksi perundungan terjadi pada Senin (20/10). Saat itu korban dikabarkan dipukul oleh teman sekelasnya menggunakan bangku.
“Sejak masa MPLS, yang paling parah kemarin 20 Oktober yang dipukul kepalanya pakai kursi,” kata Rizki ketika dikonfirmasi, Senin, (10/11).
Setelah kejadian itu, pada Selasa (21/10) korban mulai mengeluhkan rasa sakit yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
“Sehari setelah pembullyan itu dia baru ngadu ke keluarga karena sudah tidak kuat nahan sakit di kepalanya,” ucapnya.
Saat pihak keluarga melakukan pendalaman, ternyata korban mengaku sudah sering menerima bullying, mulai dari dipukul hingga ditendang.
“Yang paling parah dipukul kursi kepalanya. Si korban baru cerita semua pas kejadian sudah parah. Kalau yang lainnya enggak pernah cerita, ini beraniin cerita karena udah ngerasa sakit parah,” terangnya.
Rizki menyebut, adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Tangsel. Kini, korban tengah dirawat di RS Fatmawati Jakarta Selatan karena kondisinya semakin parah.
“Kondisi sekarang sangat memprihatinkan, badan udah enggak bisa dibawa jalan, pada lemas semua seluruh tubuhnya, mata sedikit rabun, sering pingsan dan gamau makan,” tuturnya.
