Dinsos Jabar Bantah 2 Siswi SLBN Dikeluarkan dari Asrama di Cimahi: Itu Relokasi

23 Juli 2025 20:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dinsos Jabar Bantah 2 Siswi SLBN Dikeluarkan dari Asrama di Cimahi: Itu Relokasi
Dinas Pendidikan Sosial (Dinsos) Jawa Barat angkat bicara terkait beredarnya video yang diduga pengusiran dua siswi SLBN dari asrama di Cimahi.
kumparanNEWS
Dua siswa Sekolah Luar Biasa Nasional (SLBN) A Pajajaran Diusir Mendadak dari Asrama pada Selasa (22/7/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dua siswa Sekolah Luar Biasa Nasional (SLBN) A Pajajaran Diusir Mendadak dari Asrama pada Selasa (22/7/2025). Foto: Dok. Istimewa
Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat angkat bicara terkait beredarnya video yang diduga pengusiran dua siswi SLBN A Pajajaran dari asrama Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) di Jalan Jenderal H. Amir Machmud, Kota Cimahi, pada Selasa (22/7).
Kepala UPTD PPSGHD Andina Rahayu membantah adanya dugaan pengusiran tersebut. Ia mengatakan, para siswa akan tetap sekolah seperti biasanya.
“Pemberitaan di media sosial terkait para siswa SLBN A Pajajaran yang merasa diusir bahkan terancam putus sekolah dari tempat belajar itu tidak benar. Kami pastikan tidak ada pengusiran. Para siswi akan tetap sekolah dan menjalankan aktivitas, hanya lokasinya yang akan dipindahkan,” kata Andina dalam keterangan resminya, Rabu (23/7).
Selama tahun 2024, aset bangunan Wisma Singosari yang digunakan oleh SLBN A Pajajaran tidak digunakan secara optimal. Bahkan pernah sampai kosong selama 8 bulan.
Kemudian tahun 2025, PPSGHD mengalami peningkatan jumlah klien sehingga membutuhkan lebih banyak wisma untuk menampungnya.
“Sehingga pengoptimalan bangunan dan bantuan para klien, maka wisma akan digunakan secara bersama-sama,” tutur Andina.
Lebih lanjut, Andina menjelaskan, relokasi ini dilakukan agar wisma dapat digunakan sebagai pusat rehabilitasi sosial bagi para disabilitas yang telantar dari panti. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Adapun mereka direlokasi ke Wisma Catelya yang juga berada dalam Kawasan UPTD GHD Cimahi.

Kasus Pengusiran

Sebelumnya, Pembimbing Asrama Putri, Anggita Pratiwi, mengatakan ada permintaan dari PPSGHD untuk mengosongkan asrama. Namun permintaan itu dilakukan secara mendadak. Kala itu, ia juga tengah berada di sekolah, tidak di asrama.
“Saya lagi ada di sekolah lah semuanya. Terus tiba-tiba saya di telepon oleh salah satu sekolah, salah satu pegawai dari PPSGHD, karena memang kami kan tinggal di sana. Nah, mereka sampaikan bahwa memang asrama itu harus dikosongkan dan terakhir itu besok, ya hari ini (Rabu), " kata Anggita saat ditemui di SLBN A Pajajaran.
“Ternyata setelah saya konfirmasi ulang, itu sudah dikosongkan asrama itu. Barang-barang anak-anak sudah dikeluarkan dan kunci gembok yang ada di kamar pembimbing itu dibongkar dibobol secara paksa gitu,” sambungnya.
Suasana asrama siswa SLBN yang sudah berantakan. dok Istimewa

Siswa Mengalami Syok

Sementara itu, kondisi kedua siswi yang dipaksa keluar dari kamarnya dalam keadaan kaget. Biasanya para siswa menggunakan jemputan dari asrama untuk tiba ke sekolah. Namun, dengan adanya pengusiran ini kemungkinan akan berdampak pada mobilisasi siswa.
“Iya, dampak siswanya memang satu terganggu ya secara mental kayak kaget kan dan sebagainya. Ya, mungkin akan terancam nggak ke sekolah. Kan kalau di asrama itu kan nanti ada yang jemput, antar jemput ke sekolah. Sedangkan untuk di rumah kan mereka juga belum tentu,” ungkapnya.
Trending Now