Ditjen Pesantren Dibentuk, Gus Ipul: Kado Presiden di Hari Santri

23 Oktober 2025 21:04 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 3 Januari 2026 13:11 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ditjen Pesantren Dibentuk, Gus Ipul: Kado Presiden di Hari Santri
Mensos sekaligus Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa lahirnya Ditjen Pesantren merupakan kado Presiden untuk santri.
kumparanNEWS
Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo. Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo. Foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren merupakan kado istimewa dari Presiden Prabowo Subianto untuk seluruh santri Indonesia pada peringatan Hari Santri Nasional 2025.
β€œSebagai santri, saya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena menginisiasi lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini adalah kado dari Presiden,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, langkah Presiden Prabowo menandai babak baru dalam kebijakan nasional terhadap dunia pesantren. Ditjen Pesantren tidak hanya menjadi institusi administratif, melainkan simbol pengakuan negara atas peran pesantren dalam membentuk karakter, moral, dan kemandirian bangsa.
Pesantren kini diakui bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat. Negara kini hadir lebih dekat ke pesantren, memberikan dukungan struktural, anggaran, dan kebijakan berkelanjutan,” kata Gus Ipul.
Mensos Gus Ipul. Foto: Dok. Kemensos
Gus Ipul menilai, langkah ini sejalan dengan semangat Hari Santri yang berpijak pada nilai perjuangan dan pengabdian. Sejak Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, para santri telah membuktikan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman.
β€œSantri adalah penjaga akhlak bangsa, benteng moral di tengah zaman yang sering kehilangan arah. Mereka membangun negeri bukan dengan kebencian, tapi dengan kasih dan ilmu,” kata dia.
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga mengingatkan bahwa semangat santri kini menyatu dalam arah kebijakan negara yakni membangun dengan keberpihakan dan menolong dengan kasih sayang.
Ia berharap, momentum Hari Santri menjadi peneguhan tekad seluruh elemen bangsa untuk terus mengabdi bagi Indonesia.
β€œMenjadi santri di mana pun kita berada berarti menjaga akhlak, memperkuat keadilan sosial, dan terus berbuat untuk sesama,” kata Gus Ipul.
Trending Now