Dituding Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Partai Demokrat Sebut Fitnah

28 Juli 2025 13:46 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dituding Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Partai Demokrat Sebut Fitnah
Partai Demokrat memberikan klarifikasi terkait tudingan jadi pihak di balik isu ijazah palsu Jokowi.
kumparanNEWS
Kepala Badan Komunikasi Strategis/ Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Foto: Partai Demokrat
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Komunikasi Strategis/ Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Foto: Partai Demokrat
Pernyataan pelapor Roy Suryo, Ade Darmawan, soal baju biru di balik isu ijazah palsu Jokowi berujung panjang. Sejumlah pihak mengartikan pernyataan itu merujuk pada Partai Demokrat.
Menjawab tudingan itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, hal itu merupakan fitnah yang tak berdasar. Dia menilai ada pihak yang ingin mengadu domba.
"Tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Istilah 'partai biru' yang diarahkan kepada Partai Demokrat merupakan upaya insinuatif yang menyesatkan dan mencemarkan nama baik kami," kata Herzaky dalam keterangannya, dikutip Senin (28/7).
Herzaky menegaskan, Roy Suryo sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat sejak 2019. Sejak saat itu, segala pernyataannya merupakan pandangan pribadi dan tak ada kaitannya dengan Partai Demokrat.
Di sisi lain, hubungan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden ke-6 SBY dengan Presiden ke-7 Jokowi juga sangat baik. Begitu juga dengan para putra mereka, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan saat Retreat Partai Demokrat, Rabu (9/7). Foto: Dok. Istimewa
Gibran dan Ketum PSI Kaesang datang ke Kongres V Partai Demokrat. AHY lalu mengutus Sekjen Herman Khaeron dan Waketum Teuku Riefky Harsya untuk menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep.
"Wakil Presiden Gibran bahkan menjenguk langsung Bapak SBY di RSPAD saat beliau kemarin dirawat. Hubungan ini mencerminkan keharmonisan yang kuat antarkeluarga, dan tidak pantas dijadikan sasaran provokasi," tutur dia.
Karena itu, kata Herzaky, tudingan semacam ini sangat tidak etis dan berpotensi merusak ruang publik dan demokrasi yang saat ini sedang baik.
"Kami mencermati adanya pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh, dengan memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara Bapak SBY dan Bapak Jokowi," ucap dia.
Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, datang untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Jokowi di Polda Metro Jaya pada Selasa (10/6/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Terpisah, Ade Darmawan yang juga Sekjen Peradi Bersatu menegaskan, tidak pernah menyebut Partai Demokrat sebagai pihak di balik isu ijazah palsu Jokowi.
"Kapan saya bilang Partai Demokrat. Jadi beda berbaju biru dengan bendera partai ya. Ingat, jadi jangan diartikan, salah kaprah," kata Ade Darmawan saat dikonfirmasi, Senin (28/7).
"Itu restricted blue. Tahu kan. Jadi bukan partai. Birunya kan juga beda," tambah dia.
Ade Darmawan menjelaskan, tidak ada masalah antara Presiden ke-7 Jokowi dengan Partai Demokrat maupun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun anaknya yang juga Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Partai Demokrat kan koalisi. Mas Gibran juga kemarin menjenguk Pak SBY tidak ada masalah. Mereka orang hebat. Mas AHY itu calon pemimpin," ucap dia.
Trending Now