Dituding Rusia Serang Kediaman Putin, Ukraina Bantah

31 Desember 2025 3:33 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dituding Rusia Serang Kediaman Putin, Ukraina Bantah
Rumah Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod diserang 91 drone jarak jauh.
kumparanNEWS
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan keterangan kepada awak media saat sesi konferensi pers pada akhir kunjungannya ke China di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Maxim Shemetov / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan keterangan kepada awak media saat sesi konferensi pers pada akhir kunjungannya ke China di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Maxim Shemetov / POOL / AFP
Rumah Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod diserang 91 drone jarak jauh pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Ukraina yang mengerahkan puluhan drone tersebut.
Lavrov tidak menjelaskan bukti atas tudingan terhadap Ukraina tersebut. Adapun puluhan drone itu berhasil ditembak jatuh.
Serangan itu terjadi saat Ukraina dan Rusia tengah bernegosiasi untuk gencatan senjata.
"Posisi negosiasi Rusia akan ditinjau ulang,” kata Lavrov, dikutip dari AFP, Selasa (30/12).
Ilustrasi reaper drone. Foto: Dok. defencedirecteducation
Peristiwa tersebut disayangkan oleh Presiden AS Donald Trump. Usai menghubungi Putin, Trump menyampaikan kritik terhadap Ukraina.
β€œSaya tidak menyukainya. Ini tidak baik,” kata Trump kepada wartawan mengenai dugaan serangan tersebut.
β€œAnda tahu siapa yang memberi tahu saya tentang hal ini? Presiden Putin yang memberi tahu saya," sambungnya.
β€œIni adalah periode yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat,” tambah Trump.

Ukraina Membantah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan pertemuan kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). Foto: Saul Loeb/AFP
Ukraina membantah tudingan Rusia tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut klaim Rusia itu sebagai rekayasa belaka yang dirancang untuk merusak proses perdamaian.
Pihak Ukraina juga menyatakan bahwa Moskow tidak memberikan bukti apa pun meski hampir 24 jam telah berlalu sejak Rusia melontarkan tudingan tersebut.
β€œHampir sehari berlalu dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga di media sosial.
β€œDan mereka tidak akan memberikannya. Karena memang tidak ada. Tidak ada serangan semacam itu," sambungnya.
Trending Now