DPR Sebut TNI Berpeluang Tambah Anggaran Setelah Terbentuknya 6 Kodam Baru
12 Agustus 2025 16:23 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
DPR Sebut TNI Berpeluang Tambah Anggaran Setelah Terbentuknya 6 Kodam Baru
TB Hasanuddin menegaskan, sudah ada diskusi antara TNI dan Komisi I yang membahas bahwa akan ada penambahan anggaran TNI secara bertahap.kumparanNEWS

Anggota Komisi I, TB Hasanuddin, mengatakan pembentukan 6 Komando Daerah Militer (Kodam) baru berpeluang bakal menambah anggaran TNI dalam APBN 2026.
"Begini, pada hari Minggu saya diundang dan menyaksikan peresmian pembentukan penambahan 6 kodam, yaitu kodam di Riau kemudian di Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Papua. Jadi ada 6 kodam," kata TB Hasanuddin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/8).
"Kemudian juga peresmian pembentukan 20 Brigade Infanteri Teritorial. Di dalamnya ada 100 batalyon. Kemudian juga pengembangan Kopassus, ada penambahan 6 grup," tambahnya.
Dari penambahan ini, potensi anggaran bisa saja bertambah dengan cara bertahap.
"Secara keseluruhan tentu ini membutuhkan anggaran. Di dalam laporan, bukan laporan tetapi diskusi dengan Komisi I, memang pengembangan itu ada dan kemudian membutuhkan anggaran, tetapi secara bertahap. Jadi apa yang diresmikan kemarin itu nanti mungkin membutuhkan waktu sekian tahun," katanya.
Meski begitu mantan Sekretaris Militer Presiden SBY itu tak menyebut jumlah pastinya. Ia hanya menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini sempat diusulkan oleh Menteri Pertahanan dan Panglima TNI ke DPR.
Selain diperuntukkan bagi Kodam baru, anggaran juga akan dipergunakan untuk alutsista hingga pelatihan di Akademi Militer.
"Ya semua. Jadi dari Rp 136 (triliun), Rp 166 (triliun) menjadi sekian. Saya tidak mau menyebutkan ini, nanti saja setelah tanggal 15 [Agustus], kita diskusi lagi," kata TB Hasanuddin.
"Tetapi belum selesai ya karena itu bertahap. Mungkin 2-3 tahun baru selesai. Karena apa? Untuk misalnya membeli alutsista, kalau pesan juga paling cepat 3 tahun. Perwira, melatih perwira, di Akademi Militer itu dulu 4 tahun, zaman saya sekarang 3 tahun setengah. Ya butuh 3 tahun setengah, baru ada komandan peleton," tuturnya.
Jawaban Angkatan Darat: Perlu Komunikasi dengan Stakeholder dan Lembaga Terkait
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) menjelaskan bahwa persoalan anggaran ini perlu dibicarakan dulu dengan stakeholder sampai lembaga terkait.
Tentu, soal tambahan anggaran akibat pembentukan 6 Kodam baru ini sedikit banyak akan mempengaruhi anggaran TNI.
"Sehingga yang 6 Kodam ini ada tahun ini, dan tahun berikutnya itu ada rencana strategis (renstranya), ada konsepnya yang tentu nanti akan diproses, nanti lanjut. Yang berikutnya, untuk anggaran, semua yang diputuskan dan diambil langkah oleh Kementerian Pertahanan, TNI dan TNI Angkatan Darat didalamnya itu sudah melalui kajian yang mendalam," kata Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana, Senin (11/8).
Hal lain yang terkait penambahan Kodam ini adalah pengisian personel. Wahyu menjelaskan, Kodam baru tak otomatis menambah personel.
Mereka akan menempuh mengambil dan mereorganisasi unsur pasukan yang sudah ada di Kodam sebelumnya.
"Karena di wilayah-wilayah yang ada Kodam baru itu sebelumnya sudah ada Korem. Yang dilaksanakan oleh TNI AD saat ini adalah melaksanakan reorganisasi dari satuan-satuan yang sudah ada disesuaikan dengan pangkat," kata Wahyu.
"Disesuaikan dengan kualifikasi, korps, bidang tugas untuk menjadi personel di Kodam," tutup Wahyu.
