DPRD Karawang Minta Disdikpora Investigasi Siswi SD Di-bully sampai Tangan Patah
26 November 2025 17:56 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
DPRD Karawang Minta Disdikpora Investigasi Siswi SD Di-bully sampai Tangan Patah
Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Junaedi, menyoroti kasus siswi kelas 6 SD yang menjadi korban perundungan (bullying) di salah satu Sekolah Negeri di Kecamatan Tirtajaya.kumparanNEWS

Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Junaedi, menyoroti kasus siswi kelas 6 SD, NER, yang menjadi korban perundungan (bullying) di salah satu Sekolah Negeri di Kecamatan Tirtajaya.
Sejauh ini, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Karawang dan masih dalam proses penyelidikan.
Asep menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan secara musyawarah terlebih dahulu di tingkat sekolah. Meski tidak membenarkan perlakuan tersebut.
"Ya, menurut hemat saya, ya itu kalau bisa diselesaikan dulu lah di tingkat sekolah, antara pihak sekolah dan kedua orang tua yang ya," kata Asep, Rabu (26/11).
Secara paralel, Asep akan menelusuri lebih lanjut peristiwa tersebut ke Disdikpora dan DP3A Karawang. Terlebih Karawang saat ini memiliki satgas antibullying yang sudah semestinya bisa memitigasi indikasi kenakalan pelajar di lingkungan sekolah.
"Program perundungan ini sebetulnya sudah lama, hampir empat tahun ke belakang, sehingga sekolah harus betul-betul mengawasi kondisi para siswa di setiap sekolahnya," ucap Asep.
"Nah, kalaupun misalnya pada waktu kemarin ada kejadian seperti itu, ini kan harus ada investigasi lah gitu ya. Investigasi agar kita akan tahu kronologisnya seperti apa," sambung Asep.
Selain itu, ia juga menyoroti masih ramainya siswa yang masih menggunakan kendaraan ke sekolah. Dia meminta Disdikpora segera mengevaluasi persoalan itu.
"Ya itu kan walaupun sifatnya itu sepeda, tapi kan itu kecepatannya sudah di atas, karena itu kendalinya ada di bawah tenaga kelistrikan ya, bukan karena gowes(mengayuh). Kalau gowes mungkin tidak akan secepat itu. Harusnya ada penertiban lah mungkin melalui Dinas Pendidikan," tegas dia.
Dalam peristiwa bullying tersebut, korban NER, diduga dirundung oleh seorang laki-laki. Dipicu karena pelaku meminjam kipas mini kepada korban, namun korban menolak.
Merasa kesal, siswa tersebut menjambak kerudung korban hingga tiga kali dan mengeluarkan kata-kata kasar yang menghina orang tua korban. Aksinya kemudian berlanjut sampai menabrakkan sepeda listrik ke arah perut korban, melempar batu hingga mengenai paha korban dan meludahi wajahnya.
Korban pun mencoba melarikan diri, namun terjatuh keras hingga mengakibatkan patah tulang di bagian tangan kanan.
"Ibu mana yang tidak hancur melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Secara fisik terluka, secara psikis juga sangat terpukul," kata ibu korban, Rizka Puspitasari (36).
